Mengapa Perebutan Masjid Shahi Jama Jadi Bentrokan Mematikan di India?

Kamis, 28 November 2024 - 12:06 WIB
loading...
A A A
Sejak itu, banyak kasus seperti itu telah diajukan, yang sering kali didukung oleh anggota parlemen dari BJP.

Siapa yang bertanggung jawab? "Dengan menutup putusan Ayodhya, pengadilan tinggi yakin bahwa mereka telah mendorong kembali jin mayoritasisme komunal ke dalam botol," kata Sanjay Hegde, seorang pengacara senior Mahkamah Agung.

Namun, "komentar Chandrachud yang tidak dijaga dalam kasus Varanasi, yang bahkan tidak diminta oleh penasihat hukum para pihak, telah menyulut api di seluruh negeri dan jin itu muncul kembali dengan klaim baru", imbuh Hegde.

4. Lebih dari Permainan Politik

Nadeem Khan, sekretaris nasional Asosiasi Perlindungan Hak Sipil (APCR), sebuah kelompok advokasi yang berada di Sambhal dalam misi pencarian fakta, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "survei masjid telah berubah menjadi instrumen kekuatan politik".

"Komunitas Muslim khawatir bahwa survei ini akan menyebabkan hilangnya tempat ibadah mereka," kata Khan kepada Al Jazeera. "Karena komentar Chandrachud, orang-orang kehilangan nyawa di jalanan. Mahkamah Agung membuka kotak Pandora ini dan membuka jalan bagi hooliganisme lebih lanjut."

Gonsalves, sang pengacara, mengingat betapa terkejutnya dia dengan komentar Chandrachud saat kasus Varanasi mencapai pengadilan tinggi.

“Alih-alih memadamkan api dengan segera, kini api berkobar di mana-mana di India,” katanya. “Pengadilan memberi semacam izin kepada pasukan komunal untuk mengambil hukum ke tangan mereka sendiri.”

Kembali di rumah kecil mereka di Sambhal, Tasleem sedang melayani para pelayat setelah kematian kakak laki-lakinya, Nayeem. Nayeem meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, yang tertua berusia 10 tahun. “Kakak saya tidak termasuk di antara para pengunjuk rasa, tetapi polisi membunuhnya,” katanya kepada Al Jazeera.

“Kepada siapa kita harus meminta keadilan sekarang?”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved