Eks Letnan Kolonel AS: Ukraina Harus Terima Kenyataan Kalah Perang Melawan Rusia

Senin, 25 November 2024 - 12:48 WIB
loading...
A A A
"Tidak ada. Perang ini kalah secara militer, dan sebenarnya sudah terjadi sejak akhir tahun 2022 dan bahkan sebelum serangan yang membawa bencana ini terjadi pada tahun 2023," paparnya.

"Tidak masuk akal untuk terus menempuh jalan yang tidak akan berhasil," lanjut Davis, yang dilansir Newsweek, Senin (25/11/2024).

"Namun intinya adalah tidak ada jalan ke mana jika kita hanya memberi mereka lebih banyak barang, atau membantu dengan cara ini, entah bagaimana itu akan mengubah jalannya perang. Itu tidak akan terjadi, itu tidak dapat ditarik kembali demi kepentingan Rusia," paparnya.

Scott juga bertanya kepada Davis apakah dunia akan "memberi ganjaran kepada Rusia karena menginvasi negara berdaulat" dengan memberi mereka sebagian tanah Ukraina untuk menghentikan perang.

"Sama sekali tidak, tidak memberi ganjaran apa pun kepada Rusia. Itu mengakui kenyataan," jawab Davis.

"Karena alternatifnya adalah dengan mengatakan, 'Ya, saya tidak ingin dia menang, jadi kita akan terus menempuh jalan ini'. Jalan yang selama ini kita tempuh, jika kita teruskan, akan ada lebih banyak orang Ukraina yang terbunuh, dan pada akhirnya mereka akan kalah dalam perang," katanya.

"Itulah kenyataan pahitnya. Itu tidak memberi ganjaran, tetapi itu mengakui kenyataan," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved