Eks Kolonel AS: Rusia Sekarang Memiliki Hak Penuh Serang Target Milik NATO!

Kamis, 21 November 2024 - 08:02 WIB
loading...
Eks Kolonel AS: Rusia...
Moskow sekarang memiliki hak penuh untuk menyerang target-target milik NATO setelah AS izinkan Ukraina serang Rusia dengan rudal jarak jauh Amerika. Foto/Lockheed Martin
A A A
WASHINGTON - Seorang kolonel Amerika Serikat (AS) yang sudah pensiun mengatakan Rusia sekarang memiliki hak penuh untuk menyerang target-target milik NATO.

Lawrence Wilkerson, seorang pensiunan kolonel yang menjabat sebagai kepala staf untuk mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell, membuat pernyataan tersebut menyusul izin Presiden Joe Biden yang diberikan kepada Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh pasokan Amerika jauh ke dalam wilayah Rusia.

Dia mengatakan serangan rudal jarak jauh ATACMS oleh Ukraina tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan AS.

Baca Juga: Setelah Misil AS, Ukraina Kini Tembakkan Rudal Storm Shadow ke Rusia

Selama berbulan-bulan, Ukraina mendesak pemerintahan Biden untuk memberikan otorisasi penggunaan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat atau ATACMS guna melakukan serangan mendalam ke wilayah Rusia.

Otorisasi tersebut menyusul pengerahan lebih dari 10.000 tentara Korea Utara ke garis depan Rusia.

"[Presiden Rusia Vladimir] Putin dan [Menteri Luar Negeri Sergey] Lavrov telah menjelaskan secara gamblang—dan benar [tentang masalah ini]. Umpan satelit dan/atau personel AS/NATO diperlukan untuk menembakkan rudal-rudal ini; oleh karena itu, NATO telah memasuki perang. Jadi, Rusia memiliki hak penuh berdasarkan hukum internasional untuk menyerang target-target NATO sekarang," papar Wilkerson kepada kantor berita TASS, yang dilansir Kamis (21/11/2024).

Menanggapi permintaan komentar media tentang pernyataan Wilkerson, Pentagon mengatakan: "DoD [Departemen Pertahanan] tidak mengomentari pernyataan yang diduga dibuat oleh warga negara biasa kepada kantor berita Rusia."

Wilkerson bertugas selama 31 tahun di Angkatan Darat sebelum pindah ke Departemen Luar Negeri, tempat dia menjadi asisten khusus Powell sebagai ketua Kepala Staf Gabungan dari tahun 1989 hingga 1993 dan kemudian menjadi kepala staf Powell.

Pernyataan Wilkerson menggemakan pendapat Kremlin tentang masalah tersebut.

Pada bulan Oktober, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa jika Barat mengizinkan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh, itu akan menandakan keterlibatan langsung NATO dalam perang.

Rusia juga mengeluarkan peringatan kepada Ukraina terkait penggunaan rudal ATACMS, di mana Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan: "Ini, tentu saja, merupakan sinyal bahwa mereka ingin meningkatkan ketegangan. Kami akan menganggap ini sebagai fase baru yang kualitatif dari perang Barat melawan Rusia. Dan kami akan bereaksi sebagaimana mestinya."

Biden telah menghadapi reaksi keras dari sekutu Presiden terpilih Donald Trump atas otorisasi tersebut.

Di X, Anggota Parlemen AS asal Georgia Marjorie Taylor Greene menulis: "Saat akan meninggalkan jabatannya, Joe Biden secara berbahaya mencoba untuk memulai Perang Dunia III dengan mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh AS ke Rusia. Rakyat Amerika memberikan mandat pada tanggal 5 November terhadap keputusan terakhir Amerika ini dan tidak ingin mendanai atau berperang di luar negeri. Kami ingin memperbaiki masalah kami sendiri. Cukup sudah, ini harus dihentikan."

Donald Trump Jr, putra tertua Presiden terpilih AS Donald Trump, juga mengutuk keputusan Biden, menulis di X: "Kompleks Industri Militer tampaknya ingin memastikan mereka memulai Perang Dunia III sebelum ayah saya memiliki kesempatan untuk menciptakan perdamaian dan menyelamatkan nyawa. Harus mengunci triliunan dolar itu. Hidup menjadi terkutuk! Dasar tolol!"

Rusia juga menanggapi berita tentang otorisasi Biden, di mana juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: "Jelas bahwa pemerintahan yang akan lengser di Washington bermaksud mengambil langkah-langkah untuk terus mengobarkan api dan memprovokasi eskalasi ketegangan lebih lanjut."

"Jika keputusan seperti itu benar-benar dirumuskan dan diumumkan kepada rezim Kyiv, maka tentu saja itu adalah spiral ketegangan baru secara kualitatif dan situasi baru secara kualitatif dari sudut pandang keterlibatan AS dalam konflik tersebut," kata Peskov.

ATACMS, rudal buatan AS, memiliki jangkauan 190 mil dan diluncurkan dari Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), sebuah platform yang sudah digunakan oleh Ukraina.

Ukraina melakukan serangan pertamanya menggunakan ATACMS ke dalam wilayah Rusia pada hari Selasa, menghantam fasilitas penyimpanan amunisi di dekat kota Karachev di wilayah Bryansk, Rusia barat.

Sementara itu, Putin baru-baru ini menurunkan ambang batas untuk serangan nuklir dan menandatangani doktrin nuklir baru menjadi undang-undang untuk berbagi pencegahan nuklir Rusia dengan sekutunya.

Doktrin nuklir baru Putin menggantikan dekrit sebelumnya dan menegaskan bahwa tujuan utama Rusia adalah untuk melakukan pencegahan nuklir terhadap musuh potensial, menambahkan bahwa Moskow memandang penggunaan senjata nuklir sebagai tindakan ekstrem.

Doktrin baru tersebut juga menyatakan bahwa Rusia berkomitmen untuk melakukan semua upaya yang diperlukan untuk mengurangi ancaman nuklir dan dengan demikian bertujuan untuk mencegah meningkatnya ketegangan antara negara-negara yang dapat menyebabkan konflik militer, termasuk konflik nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
Setelah Ukraina, Negara...
Setelah Ukraina, Negara NATO Ini Jadi Target Rusia Berikutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved