Bantuan AS Mengalir Deras, tapi Justru Dikorupsi, Tentara Ukraina Hanya Mati Sia-sia

Minggu, 17 November 2024 - 17:05 WIB
loading...
A A A
Menteri Pertahanan Aleksey Reznikov diberhentikan dari jabatannya atas tuduhan korupsi beberapa bulan sebelumnya. Penggantinya, Rustem Umerov, mengumumkan pada bulan Januari bahwa audit telah mengungkapkan biaya terkait pencurian senilai USD262 juta dalam pengadaan senjata. Namun, Umerov dianggap "bahkan lebih korup" daripada pendahulunya, seorang pejabat intelijen AS mengatakan kepada wartawan Seymour Hersh tahun lalu.

Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir

Pada bulan Mei lalu, media Ukraina mengungkap sebuah skema di mana otoritas militer dan sipil di Wilayah Kharkov membayar jutaan dolar kepada perusahaan-perusahaan palsu untuk memasok bahan bangunan yang tidak ada guna membangun benteng pertahanan, sehingga wilayah tersebut tidak terlindungi saat pasukan Rusia menyerbu masuk.

Meskipun banyak laporan serupa yang muncul selama tiga tahun terakhir, laporan tersebut tidak menemukan "bukti kredibel" bahwa senjata, uang, atau bantuan kemanusiaan yang disediakan AS dialihkan secara ilegal. Laporan yang bertentangan, dinyatakan, adalah "disinformasi" Rusia.

Menurut laporan tersebut, AS telah mengalokasikan $182 miliar untuk mendukung pemerintah dan militer Ukraina, $86,7 miliar di antaranya telah dibelanjakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved