Biden Izinkan Pengerahan Kontraktor Militer AS ke Ukraina

Sabtu, 09 November 2024 - 13:01 WIB
loading...
Biden Izinkan Pengerahan...
Jet tempur F-16 menjalani perbaikan di Pangkalan Udara Misawa, Jepang, 18 Agustus 2018. Foto/SSgt Collette Brooks/dvidshub.net
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang akan lengser telah mencabut larangan de facto atas pengerahan kontraktor pertahanan AS di Ukraina untuk memperbaiki persenjataan buatan Amerika.

Reuters melaporkan kebijakan itu pada hari Jumat (8/11/2024), mengutip pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya.

Pembalikan kebijakan AS sebelumnya ini terjadi ketika Donald Trump, yang skeptis dalam memberikan pendanaan dan bantuan militer kepada Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia, mengamankan masa jabatan keduanya di Gedung Putih.

Meskipun tidak jelas apakah Trump akan melanjutkan kebijakan sebelumnya, dia telah berjanji tidak membahayakan nyawa orang Amerika dan akan segera mengakhiri konflik setelah menjabat lagi.

Kehadiran Amerika yang potensial di lapangan akan "kecil" dan berlokasi "jauh" dari garis depan, dan mereka tidak diharapkan untuk terlibat dalam pertempuran, tulis Reuters pada Jumat, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Karena AS dan mitra NATO-nya telah menyediakan Kiev dengan persenjataan buatan Amerika yang semakin canggih, seperti jet tempur F-16 dan sistem pertahanan udara Patriot, pembatasan telah memperlambat perbaikan dan terbukti semakin menantang.

Sebagian besar peralatan telah rusak parah dan tidak dapat diperbaiki oleh spesialis Kiev sendiri.

Menurut pejabat lain, perubahan kebijakan tersebut membuat Pentagon lebih dekat dengan Departemen Luar Negeri AS dan USAID, yang telah memiliki kontraktor di Ukraina.

"Kontraktor-kontraktor ini akan membantu Angkatan Bersenjata Ukraina memperbaiki dan merawat peralatan yang disediakan AS dengan cepat sesuai kebutuhan sehingga dapat segera kembali ke garis depan," tulis CNN pada Jumat, mengutip seorang pejabat pertahanan.

“Secara khusus, jet F-16 dan baterai Patriot memerlukan keahlian teknis khusus untuk perawatannya," papar sumber itu.

Membiarkan kontraktor AS bekerja di Ukraina akan memberikan alternatif yang lebih cepat daripada metode pengangkutan peralatan saat ini ke negara-negara NATO seperti Polandia dan Rumania untuk diperbaiki, catat CNN.

Sementara itu, risiko terbunuh oleh serangan Rusia akan ditanggung oleh perusahaan-perusahaan yang mengajukan penawaran untuk kontrak Pentagon.

"Setiap kontraktor, organisasi, atau perusahaan AS akan bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan karyawan mereka dan akan diminta memasukkan rencana mitigasi risiko sebagai bagian dari penawaran mereka," ujar seorang pejabat pertahanan yang dikutip CNN.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan Moskow menyadari "keterlibatan langsung pasukan NATO dalam konflik ini."

Dia menunjukkan beberapa sistem berteknologi tinggi yang disediakan AS dan sekutunya untuk Kiev, seperti rudal ATACMS dan Storm Shadow, memerlukan keterlibatan perwira Barat untuk mengoperasikannya.

Kementerian Pertahanan Rusia secara teratur melaporkan serangan udara terhadap fasilitas perbaikan di Ukraina.

Pekan ini saja, militer Rusia melakukan 38 serangan terhadap fasilitas kompleks industri militer Ukraina, serta infrastruktur energi dan militer yang mendukungnya, menurut laporan terbaru pada Jumat.

Baca juga: Dendam Pribadi, Trump Berencana Perberat Sanksi Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved