Dendam Pribadi, Trump Berencana Perberat Sanksi Iran
Sabtu, 09 November 2024 - 06:15 WIB
loading...
Presiden terpilih AS Donald Trump. Foto/tagtik
A
A
A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menekan Iran guna melemahkan dugaan dukungannya terhadap Hamas dan Hizbullah.
Rencana itu dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (7/11/2024), mengutip beberapa sumber.
Pendekatan tersebut kabarnya akan serupa dengan kebijakan 'tekanan maksimum' yang menandai masa jabatan pertama Trump, dan dapat diperburuk oleh dendam pribadi atas tuduhan Teheran berencana membunuhnya.
Dikenal luas sebagai orang yang agresif terhadap Iran, Trump mempelopori penarikan sepihak Amerika dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, yang berupaya mengekang program nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi yang signifikan.
Trump berpendapat kesepakatan itu tidak banyak membantu mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan memberlakukan kembali sanksi minyak, perdagangan, dan keuangan yang melumpuhkan negara tersebut.
Pada tahun 2020, Trump mengizinkan serangan yang menewaskan Qassem Soleimani, kepala Pasukan Quds Iran yang merupakan tokoh populer di negara tersebut. Tindakan itu semakin meningkatkan ketegangan AS-Iran.
Rencana itu dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (7/11/2024), mengutip beberapa sumber.
Pendekatan tersebut kabarnya akan serupa dengan kebijakan 'tekanan maksimum' yang menandai masa jabatan pertama Trump, dan dapat diperburuk oleh dendam pribadi atas tuduhan Teheran berencana membunuhnya.
Dikenal luas sebagai orang yang agresif terhadap Iran, Trump mempelopori penarikan sepihak Amerika dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, yang berupaya mengekang program nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi yang signifikan.
Trump berpendapat kesepakatan itu tidak banyak membantu mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan memberlakukan kembali sanksi minyak, perdagangan, dan keuangan yang melumpuhkan negara tersebut.
Pada tahun 2020, Trump mengizinkan serangan yang menewaskan Qassem Soleimani, kepala Pasukan Quds Iran yang merupakan tokoh populer di negara tersebut. Tindakan itu semakin meningkatkan ketegangan AS-Iran.
Lihat Juga :