China dan Rusia Dikecam karena Bungkam saat Israel Serang Iran

Minggu, 03 November 2024 - 09:11 WIB
loading...
A A A
Mantan kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hashmatullah Falahat Pishe, telah mengkritik penanganan pemerintah terhadap kelompok "ekstremis" di dalam negeri, dengan mengatakan bahwa mereka merusak upaya diplomatik.

Dalam sebuah opini, Pishe berpendapat bahwa kegagalan untuk menyatukan kekuatan politik dalam negeri telah menyebabkan kemunduran dalam kebijakan luar negeri negara tersebut.

“Diplomasi diterima dan dipercaya secara global ketika mencerminkan suara yang bersatu dan kuat dalam suatu negara. Oleh karena itu, hambatan utama diplomasi di sini bersifat internal,” tulisnya.

“Pemerintah [Presiden Masoud] Pezeshkian harus mengatasi masalah ini terlebih dahulu,” lanjut dia.

Pishe juga menyebutkan kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi baru-baru ini ke sembilan negara Timur Tengah, menekankan bahwa aktivitas kelompok “ekstremis” di Iran telah merusak upaya diplomatik ini.

“Ini menunjukkan pemerintah belum menyelesaikan tantangan internalnya dengan faksi-faksi ekstremis. Pemerintah harus terlebih dahulu membuktikan kemampuannya untuk mengatasi masalah kebijakan luar negeri secara internal. Hanya dengan begitu diplomasi dapat berhasil,” pungkasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Purbaya Bakal Menemui...
Purbaya Bakal Menemui Pejabat BI usai Perry Warjiyo Mundur
BGN Tutup Permanen 833...
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG, Terbanyak di Luar Jawa karena Langgar Standar
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Berita Terkini
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved