9 Alasan Iran Mendanai Hizbullah di Lebanon

Sabtu, 02 November 2024 - 13:30 WIB
loading...
9 Alasan Iran Mendanai...
Pasukan Hizbullah melancarkan lebih banyak serangan ke Israel. Foto/irna
A A A
TEHERAN - Iran mendanai Hizbullah di Lebanon karena beberapa alasan strategis, ideologis, dan geopolitik yang saling terkait.

Berbagai alasan itu muncul seiring perang yang berkecamuk di Timur Tengah akibat genosida Israel yang berkelanjutan di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Lebanon.

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai alasan-alasan tersebut:

1. Ideologi dan Revolusi Islam


Setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, Iran mengadopsi ideologi yang menentang keberadaan Israel dan mendukung kelompok-kelompok yang berjuang melawan Israel.

Hizbullah, yang didirikan pada awal 1980-an, berbagi ideologi yang sama dengan Iran, yaitu menentang Israel dan mendukung pembebasan Palestina.

Dukungan Iran terhadap Hizbullah adalah bagian dari upaya untuk menyebarkan pengaruh ideologi Revolusi Islam di kawasan Timur Tengah.

2. Perang Proksi Melawan Israel


Iran dan Israel telah terlibat dalam perang proksi selama beberapa dekade. Iran melihat Hizbullah sebagai alat yang efektif untuk melawan Israel tanpa harus terlibat langsung dalam konflik militer.

Dengan mendanai dan mempersenjatai Hizbullah, Iran dapat melemahkan Israel dan mengganggu rezim Zionis yang didukung Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut tanpa harus menghadapi risiko perang terbuka.

3. Pengaruh Geopolitik di Timur Tengah


Iran berusaha memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, dan mendukung Hizbullah adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Lebanon memiliki posisi strategis di kawasan tersebut, dan dengan mendukung Hizbullah, Iran dapat meningkatkan pengaruhnya di Lebanon dan sekitarnya.

Selain itu, dukungan terhadap Hizbullah juga memungkinkan Iran menekan negara-negara Arab yang bersekutu dengan Israel dan Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved