Banjir Bandang Mengerikan Tewaskan 158 Orang di Spanyol, Pemerintah Dikecam karena Lamban

Jum'at, 01 November 2024 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab atas tindakan perlindungan sipil.

"Orang-orang itu tidak akan meninggal jika mereka diperingatkan tepat waktu," kata Laura Villaescusa, tetangga korban dan manajer supermarket lokal, kepada Reuters.

Maribel Albalat, Wali Kota Paiporta di dekatnya, mengatakan penduduk tidak diperingatkan tentang bahaya banjir yang akan segera terjadi. Dia mengatakan 62 orang telah meninggal di kotanya.

"Kami menemukan banyak orang tua di dalam rumah mereka dan orang-orang yang pergi mengambil mobil mereka. Itu jebakan," katanya kepada TVE.

Berpegangan pada Pilar


Di Godelleta, sebuah kota 37 km (23 mil) di sebelah barat kota Valencia, Antonio Molina (52), menceritakan bagaimana dia bertahan hidup dengan berpegangan pada pilar di beranda tetangganya pada hari Selasa saat air mencapai lehernya.

Rumah Molina mengalami dua kali banjir besar pada tahun 2018 dan 2020 dan dia menyalahkan pihak berwenang karena mengizinkan pembangunan gedung perumahan di cekungan tempat air terkumpul.

"Kami tidak ingin tinggal di sini lagi," katanya sambil menangis.

"Begitu kami mendapat beberapa tetes hujan, kami langsung mengecek ponsel kami."

Banjir telah menghantam infrastruktur Valencia, menyapu jembatan, jalan, dan rel kereta api, serta merendam lahan pertanian di wilayah yang menghasilkan sekitar dua pertiga tanaman jeruk Spanyol seperti jeruk, yang diekspor negara itu ke seluruh dunia.

Sekitar 80 km (50 mil) jalan di wilayah timur rusak parah atau tidak dapat dilalui, kata Menteri Transportasi Oscar Puente.

Banyak yang terhalang oleh mobil-mobil yang ditinggalkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spanyol Panggil Dubes...
Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Sering Dikritik Spanyol,...
Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Tegang dengan AS, Negara...
Tegang dengan AS, Negara NATO Ini Merapat ke China
Bukan Negara Muslim,...
Bukan Negara Muslim, tapi Justru Dihukum Israel karena Kecam Kebrutalan Zionis
Spanyol Tutup Wilayah...
Spanyol Tutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat AS yang Terlibat Perang Lawan Iran
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Trump Blak-blakan kepada...
Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!
Rekomendasi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved