4 Alasan Rusia Ajak Indonesia Gabung BRICS, Salah Satunya Mendukung Perjuangan Palestina

Kamis, 31 Oktober 2024 - 13:31 WIB
loading...
4 Alasan Rusia Ajak...
Rusia mengajak Indonesia dan negara ASEAN lainnya bergabung dengan BRICS. Foto/Sputnik
A A A
JAKARTA - Bukan hanya Indonesia, tapi tiga negara ASEAN lainnya seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand menjadi ingin bergabung dengan BRICS .

Selama ini, keempat negara Asia Tenggara tersebut termasuk di antara 13 negara mitra baru BRICS, dan bukan anggota penuh kelompok tersebut. Analis mengatakan mereka kemungkinan berupaya untuk mendiversifikasi perdagangan dan hubungan luar negeri.

4 Alasan Rusia Ajak Indonesia Gabung BRICS, Salah Satunya Mendukung Perjuangan Palestina

1. Telah Menjadi Mitra Kelompok Penyeimbang Barat

Empat negara Asia Tenggara – Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Thailand – telah menjadi negara mitra BRICS, sekelompok negara ekonomi berkembang yang dipandang sebagai penyeimbang Barat.

Dalam sebuah unggahan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada hari Rabu (24 Okt), akun @BRICSInfo mengatakan 13 negara telah ditambahkan ke aliansi tersebut sebagai negara mitra. Sembilan negara lainnya adalah Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Nigeria, Turki, Uganda, dan Uzbekistan.

Mereka bukan anggota penuh kelompok tersebut, yang didirikan pada tahun 2006 dan awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, sementara Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi anggota BRICS tahun ini.

Ekonomi negara-negara anggota mewakili lebih dari US$28,5 triliun atau sekitar 28 persen dari ekonomi global. KTT BRICS tahunan diadakan di Kazan, Rusia dari tanggal 22 hingga 24 Oktober.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Macron Ingin G7 Bangun...
Macron Ingin G7 Bangun Jembatan dengan BRICS
Iran Ikut Latihan Perang...
Iran Ikut Latihan Perang BRICS di Afrika Selatan, AS Langsung Murka
AS Makin Semena-mena,...
AS Makin Semena-mena, BRICS Gelar Latihan Perang
Serangan Israel di Qatar...
Serangan Israel di Qatar Merusak Kredibilitas AS di Teluk, Memperkuat BRICS
Laos Ingin Jadi Anggota...
Laos Ingin Jadi Anggota BRICS, Ini Alasannya
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Poin Doktrin Nuklir...
7 Poin Doktrin Nuklir Baru Rusia, Salah Satunya Wewenang Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved