Serangan Israel Diklaim Hancurkan Seluruh Sistem Rudal S-300 Iran, Teheran dalam Bahaya Besar

Selasa, 29 Oktober 2024 - 08:15 WIB
loading...
Serangan Israel Diklaim...
Serangan Israel diklaim telah hancurkan seluruh sistem rudal S-300 milik Iran, membuat negara Islam tersebut dalam bahaya besar jika Zionis lanjutkan serangannya. Foto/BBC
A A A
TEL AVIV - Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Zionis mengeklaim serangan jet-jet tempur Israel pada Sabtu lalu telah menghancurkan seluruh sistem rudal S-300 Iran yang dipasok Rusia.

Menurut mereka, kondisi itu membuat Teheran dalam bahaya besar karena membuka militer Zionis melakukan serangan lanjutan yang lebih besar.

Para pejabat tersebut mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Iran hanya menjatuhkan "sedikit atau bahkan tidak ada" rudal yang diluncurkan Israel dari sekitar 100 jet tempur selama serangan hari Sabtu dengan nama sandi Operation Days of Repentance (Operasi Hari-hari Pertobatan).

Pernyataan para pejabat tersebut sesuai dengan penilaian dari lembaga think tank AS, Institute for the Study of War (ISW), termasuk deskripsi Israel yang menimbulkan kerusakan serius pada jaringan pertahanan udara terpadu Iran.

Baca Juga: Jet Siluman F-35 Israel Dilaporkan Mengebom Iran, Serang 4 Sistem Rudal S-300, Tewaskan 4 Tentara

"IDF [Pasukan Pertahanan Israel] menyerang tiga atau empat lokasi S-300, termasuk satu di Bandara Internasional Imam Khomeini dekat Teheran," kata ISW.

Lembaga think tank tersebut menyatakan bahwa setidaknya beberapa lokasi pertahanan udara yang menjadi sasaran adalah untuk melindungi infrastruktur energi penting di Iran barat dan barat daya.

Lembaga itu juga mengidentifikasi lokasi sistem pertahanan Iran lainnya yang diserang, yakni di dekat kilang minyak Abadan, kompleks energi dan pelabuhan Bandar Imam Khomeini, dan ladang gas Tang-eh Bijar.

"Melemahkan pertahanan udara di sekitar lokasi ini dapat membuat mereka lebih rentan terhadap serangan di masa mendatang," imbuh ISW, seperti dikutip The War Zone, Selasa (29/10/2024).

Klaim para pejabat AS dan Israel serta penilaian ISW bertolak belakang dengan narasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran.

Staf Umum tersebut sebelumnya mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat banyak rudal yang ditembakkan jet-jet tempur Israel—yang menurut media-media Zionis sebanyak 100 pesawat, termasuk jet tempur siluman F-35.

Staf Umum juga mengatakan jet-jet tempur Israel menyerang dari wilayah udara Irak yang dikontrol Amerika Serikat, tanpa memasuki wilayah udara Iran. Narasi ini juga bertentangan dengan laporan CNN dan Iran International bahwa beberapa jet tempur Zionis memasuki wilayah udara Iran dan melakukan pengeboman.

Lebih lanjut, Staf Umum meremehkan serangan Israel yang menurut mereka hanya menyebabkan kerusakan pada beberapa radar sistem pertahanan rudal. Meski demikian, militer Iran mengakui empat tentaranya tewas.

Sistem Rudal S-300 Sudah Tua


Meskipun S-300 telah terus diperbarui sejak pertama kali diperkenalkan oleh Uni Soviet pada akhir 1970-an, sistem ini sekarang sudah tua dan terbukti rentan di Ukraina.

Meskipun demikian, sistem ini tetap menjadi ancaman yang signifikan, terutama jika digunakan sebagai bagian dari sistem pertahanan udara berlapis, dan sistem rudal permukaan-ke-udara ini adalah yang paling mampu dari jenisnya yang tersedia bagi Iran.

Teheran adalah penerima salah satu iterasi S-300 yang lebih modern, yaitu S-300PMU-2 Favorit (dikenal oleh NATO sebagai SA-20B Gargoyle), yang diperkenalkan pada tahun 1997 dan yang telah meningkatkan kemampuan antirudal balistik.

Perlu dicatat bahwa, selama bertahun-tahun Angkatan Udara Israel (IAF) telah berlatih melawan ancaman S-300 secara khusus dalam beberapa latihan udara multinasional, memanfaatkan sistem S-300PMU-1 yang dioperasikan oleh Yunani dan S-300 di AS, dan menyempurnakan taktiknya dalam proses tersebut.

Penggantian S-300 Iran, setidaknya dalam waktu dekat, bukanlah hal yang mudah. Rusia saat ini membutuhkan peralatan pertahanan udara sebanyak yang dapat diproduksi, untuk perang di Ukraina, sehingga pemindahan sistem dari stoknya sendiri ke Teheran tampaknya kurang realistis.

Kemungkinan juga akan ada penantian yang lama untuk sistem pertahanan udara Rusia produksi baru di kelas yang sama, seperti S-400 yang lebih canggih.

Salah satu pilihannya mungkin adalah pengerahan satu atau dua baterai Rusia, seperti yang telah terjadi sebelumnya di Suriah, tetapi ini akan lebih bersifat simbolis daripada hal lainnya, dan masih kurang mungkin karena tekanan yang dihadapi oleh sistem pertahanan udara Rusia sendiri.

Bagaimanapun, hilangnya S-300 membuat Iran jauh lebih rentan daripada sebelum akhir pekan, jika Israel memutuskan untuk meluncurkan serangan lanjutan terhadap infrastruktur militer negara itu, atau memperluas daftar targetnya ke lokasi rezim atau instalasi nuklirnya.

Ada laporan yang belum dikonfirmasi dari Israel bahwa beberapa jenis operasi lanjutan mungkin telah dipersiapkan, dengan klaim bahwa target dan infrastruktur pemerintah dapat menjadi sasaran berikutnya, meskipun fasilitas nuklir Iran tampaknya akan terhindar untuk saat ini.

Mempertimbangkan bagaimana serangan udara hari Sabtu mencakup pelunakan signifikan pertahanan udara Iran, hampir tidak dapat dihindari bahwa Israel memiliki beberapa opsi lanjutan yang sudah direncanakan jika Iran menanggapi dengan rentetan serangan lainnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved