Korea Utara Tuding G7 Jadi Klub Perang

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 16:28 WIB
loading...
Korea Utara Tuding G7...
Korea Utara tuding G7 bukan klub ekonomi, tetapi klub perang. Foto/manoramayearbook
A A A
PYONGYANG - Kelompok Tujuh (G7) telah berubah menjadi "klub perang" dan bukan lagi klub ekonomi. Itu diungkap media pemerintah Korea Utara dan menolak referensi apa pun bahwa blok tersebut mewakili komunitas internasional.

Menyebut G7 sebagai "kelompok kontraktor perang," Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan dalam sebuah komentar bahwa setiap "campur tangan" oleh blok tersebut di Semenanjung Korea berarti "ekspansi militer NATO, aliansi perang global."

Itu bereaksi terhadap pertemuan menteri pertahanan G7 di Italia, yang pertama dari jenisnya, yang menurut Korea Utara "tidak sesuai untuk misi dan tugasnya."

Para menteri pertahanan G7 bertemu Sabtu lalu di Italia saat ketegangan meningkat di Timur Tengah dan perang antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut.

Pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh para menteri pertahanan dari AS, Jerman, Prancis, Kanada, Inggris, Italia, dan Jepang, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, dimulai di Naples, kota di Italia selatan, yang juga merupakan rumah bagi pangkalan NATO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Daftar 26 Pemain Timnas...
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Persib dan Persija Terbanyak!
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved