Putin Bilang Polisi Rusia Siap Tolong Diktator Belarusia, Ini Kata Kremlin
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Peskov menekankan bahwa pasukan baru, di mana jumlahnya terdiri dari sejumlah personel yang "masuk akal" yang dibagi menjadi tiga bagian, tidak akan mempengaruhi hubungan antara Rusia dan Belarusia, dua negara yang terikat oleh perjanjian keamanan bersama.
"Rusia tidak dan tidak mencampuri urusan Belarusia," tegas Peskov.
Namun penjabat Rusia lainnya tidak mengatakan hal yang sama. Sebaliknya justru menyalahkan kekuatan Barat karena menghasut.(Baca: Lavrov: Barat Berusaha Bentuk Belarusia Seperti Keinginan Mereka )
Alexander Lukashevich, perwakilan permanen Moskow untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), mencela langkah tergesa-gesa yang berbatasan dengan upaya campur tangan eksternal dalam urusan negara berdaulat di pihak negara-negara tetangga Belarusia.
"Di depan 'raksasa' Eropa, negara-negara yang berbatasan dengan Uni Eropa secara langsung menuntut pergantian kepemimpinan di Minsk, mensponsori koordinator protes dan provokator kekerasan, membantu mengumpulkan uang bagi para peserta pemogokan dengan harapan merusak ekonomi stabilitas Republik," kata Lukashevich.
"Rusia tidak dan tidak mencampuri urusan Belarusia," tegas Peskov.
Namun penjabat Rusia lainnya tidak mengatakan hal yang sama. Sebaliknya justru menyalahkan kekuatan Barat karena menghasut.(Baca: Lavrov: Barat Berusaha Bentuk Belarusia Seperti Keinginan Mereka )
Alexander Lukashevich, perwakilan permanen Moskow untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), mencela langkah tergesa-gesa yang berbatasan dengan upaya campur tangan eksternal dalam urusan negara berdaulat di pihak negara-negara tetangga Belarusia.
"Di depan 'raksasa' Eropa, negara-negara yang berbatasan dengan Uni Eropa secara langsung menuntut pergantian kepemimpinan di Minsk, mensponsori koordinator protes dan provokator kekerasan, membantu mengumpulkan uang bagi para peserta pemogokan dengan harapan merusak ekonomi stabilitas Republik," kata Lukashevich.
Lihat Juga :