Duta Besar Palestina Serukan Israel Segera Diusir dari Majelis Umum PBB
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 07:45 WIB
loading...
Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour. Foto/UN
A
A
A
NEW YORK - Sekelompok 12 duta besar Arab telah bertemu secara tertutup dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membahas Gaza di markas besar PBB di New York.
Setelah pertemuan tersebut, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan kepada wartawan bahwa diskusi tersebut berpusat pada perlunya gencatan senjata segera dan peningkatan dukungan untuk UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB.
Parlemen Israel saat ini sedang mempertimbangkan undang-undang untuk melarang UNRWA beroperasi di wilayah jajahan Zionis tersebut.
Mansour mengatakan 12 duta besar Arab mendorong resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru yang menuntut gencatan senjata dan memperbarui seruan agar Israel dikeluarkan dari Majelis Umum PBB.
"Dewan Keamanan memiliki alat untuk memaksakan keinginannya dan menggunakan segala yang tersedia untuknya," tegas Mansour kepada pers.
“Sehubungan dengan UNRWA, jika mereka (Israel) terus berupaya menghancurkannya, tidak ada tabu dalam Majelis Umum untuk mempertanyakan kedudukan negara yang tidak menghormati kita semua, Majelis Umum, hukum internasional, Dewan Keamanan, maupun sekretaris jenderal,” tegas dia.
Dia menekankan, “Negara yang bersikap arogan dan tidak menghormati kewajibannya berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak layak memiliki kedudukan di Majelis Umum di antara kita.”
Setelah pertemuan tersebut, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan kepada wartawan bahwa diskusi tersebut berpusat pada perlunya gencatan senjata segera dan peningkatan dukungan untuk UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB.
Parlemen Israel saat ini sedang mempertimbangkan undang-undang untuk melarang UNRWA beroperasi di wilayah jajahan Zionis tersebut.
Mansour mengatakan 12 duta besar Arab mendorong resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru yang menuntut gencatan senjata dan memperbarui seruan agar Israel dikeluarkan dari Majelis Umum PBB.
"Dewan Keamanan memiliki alat untuk memaksakan keinginannya dan menggunakan segala yang tersedia untuknya," tegas Mansour kepada pers.
“Sehubungan dengan UNRWA, jika mereka (Israel) terus berupaya menghancurkannya, tidak ada tabu dalam Majelis Umum untuk mempertanyakan kedudukan negara yang tidak menghormati kita semua, Majelis Umum, hukum internasional, Dewan Keamanan, maupun sekretaris jenderal,” tegas dia.
Dia menekankan, “Negara yang bersikap arogan dan tidak menghormati kewajibannya berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak layak memiliki kedudukan di Majelis Umum di antara kita.”
Lihat Juga :