Dunia Waspada! Wabah Ebola Melanda Uganda, Bocah Berusia 4 Tahun Meninggal
Minggu, 02 Maret 2025 - 20:35 WIB
loading...
Uganda mengalami wabah Ebola sehingga dunia harus waspada. Foto/X/@UgandaRedCross
A
A
A
KAMPALA - Seorang anak berusia empat tahun telah diidentifikasi sebagai pasien kedua yang meninggal karena virus Ebola di Uganda setelah wabah baru-baru ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Sabtu malam bahwa Kementerian Kesehatan Uganda melaporkan kasus Ebola positif di Rumah Sakit Mulago, satu-satunya pusat rujukan virus di negara itu, dan ditemukan pada seorang anak berusia empat tahun yang meninggal pada hari Selasa.
Pada hari Selasa, Uganda mengonfirmasi telah mencatat 10 kasus jenis virus baru. Korban tewas pertama dari wabah terbaru adalah seorang perawat pria yang meninggal sebelum wabah tersebut diumumkan pada tanggal 30 Januari.
Pada bulan Februari, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa kedelapan pasien Ebola yang dirawat telah dipulangkan, tetapi sedikitnya 265 kontak masih menjalani karantina ketat di Kampala.
Wabah terbaru ini adalah keenam kalinya Uganda mendeteksi kasus Ebola. Penyebab wabah baru ini disebut sebagai strain Ebola Sudan, yang belum memiliki vaksin yang disetujui.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Sabtu malam bahwa Kementerian Kesehatan Uganda melaporkan kasus Ebola positif di Rumah Sakit Mulago, satu-satunya pusat rujukan virus di negara itu, dan ditemukan pada seorang anak berusia empat tahun yang meninggal pada hari Selasa.
Pada hari Selasa, Uganda mengonfirmasi telah mencatat 10 kasus jenis virus baru. Korban tewas pertama dari wabah terbaru adalah seorang perawat pria yang meninggal sebelum wabah tersebut diumumkan pada tanggal 30 Januari.
Pada bulan Februari, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa kedelapan pasien Ebola yang dirawat telah dipulangkan, tetapi sedikitnya 265 kontak masih menjalani karantina ketat di Kampala.
Wabah terbaru ini adalah keenam kalinya Uganda mendeteksi kasus Ebola. Penyebab wabah baru ini disebut sebagai strain Ebola Sudan, yang belum memiliki vaksin yang disetujui.
Lihat Juga :