Houthi Siap Hujani Tel Aviv dengan Rudal jika Kobarkan Kembali Perang Gaza
Minggu, 02 Maret 2025 - 18:07 WIB
loading...
Houthi siap hujani Tel Aviv dengan rudal jika kobarkan kembali perang Gaza. Foto/X/@LeeGolden6
A
A
A
GAZA - Pemimpin gerakan perlawanan Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, dengan tegas memperingatkan rezim pendudukan Israel agar tidak memulai kembali perang Gaza.
Dia menekankan bahwa setiap dimulainya kembali pertempuran akan mengakibatkan serangan balasan yang menargetkan wilayah yang diduduki Israel, khususnya Tel Aviv.
Abdul-Malik al-Houthi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Yaman, Sana'a, pada Sabtu larut malam, pada malam pertama bulan suci Ramadhan.
“Kami menegaskan kembali pendirian teguh kami serta komitmen keagamaan, kemanusiaan, dan moral yang kuat untuk mendukung rakyat Palestina dan para pejuang dari berbagai kelompok perlawanan, terutama Brigade Qassam – sayap militer Hamas,” katanya, dilansir Press TV.
Pimpinan Houthi itu mencatat bahwa Yaman memantau dengan saksama upaya Israel untuk mengabaikan kewajibannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza dan menghindari persyaratan fase kedua gencatan senjata yang rapuh mengenai pembebasan tahanan.
Dia menekankan bahwa setiap dimulainya kembali pertempuran akan mengakibatkan serangan balasan yang menargetkan wilayah yang diduduki Israel, khususnya Tel Aviv.
Abdul-Malik al-Houthi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Yaman, Sana'a, pada Sabtu larut malam, pada malam pertama bulan suci Ramadhan.
“Kami menegaskan kembali pendirian teguh kami serta komitmen keagamaan, kemanusiaan, dan moral yang kuat untuk mendukung rakyat Palestina dan para pejuang dari berbagai kelompok perlawanan, terutama Brigade Qassam – sayap militer Hamas,” katanya, dilansir Press TV.
Pimpinan Houthi itu mencatat bahwa Yaman memantau dengan saksama upaya Israel untuk mengabaikan kewajibannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza dan menghindari persyaratan fase kedua gencatan senjata yang rapuh mengenai pembebasan tahanan.
Lihat Juga :