6 Alasan Uni Soviet Versi Baru Bangkit, Salah Satunya Memperkuat Aliansi Hadapi Perang Dunia III

Senin, 14 Oktober 2024 - 13:17 WIB
loading...
A A A
KTT tersebut telah menunjukkan bahwa format CIS masih relevan dan memiliki banyak potensi, meskipun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pakar telah menyatakan skeptisisme tentang masa depan organisasi tersebut.

"Namun, situasi geopolitik saat ini hanya memperkuat hubungan Rusia dengan bekas republik Soviet. CIS merupakan platform yang sangat penting untuk mempromosikan integrasi dengan negara-negara yang bukan bagian dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) atau Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) – Azerbaijan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Moldova – tetapi yang memandang Rusia sebagai mitra utama. Misalnya, pada KTT tersebut, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menggambarkan hubungan antara Azerbaijan dan Rusia sebagai sekutu," jelas Ibragimov.

Kebijakan anti-Azerbaijan dari Kongres dan Dewan Perwakilan Rakyat AS (yang menuntut untuk menjatuhkan sanksi pada negara tersebut), dan retorika agresif Prancis mendorong Azerbaijan untuk menetapkan prioritasnya di bidang kebijakan luar negeri. Fakta bahwa negara tersebut mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS keesokan harinya setelah Putin menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Baku dengan jelas menunjukkan prioritas geopolitik negara tersebut.

4. Ukraina Adalah Pendiri CIS

Apa yang awalnya merupakan pertemuan berformat sempit kemudian berlanjut dalam format yang diperluas dan melibatkan anggota delegasi dari negara-negara anggota CIS.

Di antara para pemimpin yang menghadiri Dewan Kepala Negara CIS adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kirgistan Sadyr Japarov, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedow, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, dan Sekretaris Jenderal CIS Sergey Lebedev.

Moldova tidak berpartisipasi dalam pertemuan puncak tersebut, meskipun tetap menjadi anggota CIS. Ketidakhadiran Presiden Moldova Maia Sandu tidak banyak diketahui, sama seperti ketidakhadiran perwakilan dari Kiev. Meskipun secara teratur menyatakan niatnya untuk memutuskan semua hubungan dengan CIS, Ukraina masih belum melakukannya.

Penting untuk dicatat bahwa Kiev selalu menempati tempat yang unik di CIS. Kiev adalah anggota pendiri organisasi tersebut, tetapi tidak meratifikasi Piagam CIS, yang akan menjadikannya anggota penuh, meskipun menandatangani banyak dokumen dan berpartisipasi dalam kegiatan CIS hingga kudeta 2013-2014.

"Ukraina tetap menjadi bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas CIS, dan perjanjian utama CIS – seperti Perjanjian tentang Pembentukan Persemakmuran Negara-negara Merdeka dan Protokol Alma-Ata (yang sering dirujuk Kiev) – masih berlaku di Ukraina. Meski terdengar tidak masuk akal, secara hukum dan formal, Ukraina tetap menjadi anggota CIS," papar Ibragimov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved