Siapa Alice Weidel? Pemimpin Partai AfD di Jerman yang Dikenal Lesbian dan Anti-Islam

Kamis, 10 Oktober 2024 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Berbicara tentang Thatcher dalam sebuah wawancara dengan surat kabar tabloid Bild, dia berkata: "Saya terkesan dengan biografinya, dia berenang melawan arus bahkan ketika keadaan menjadi tidak menyenangkan." Thatcher dikenal sebagai "Wanita Besi" karena dia berpegang teguh pada garis ekonomi neoliberalnya dalam menghadapi perlawanan yang cukup besar.

Dia mendukung pajak rendah, pemotongan kesejahteraan, dan privatisasi. Itu adalah program yang menarik bagi Weidel, seorang mantan konsultan manajemen. "Thatcher mengambil alih Inggris ketika negara itu sedang terpuruk secara ekonomi dan mengembalikannya ke jalur yang benar," katanya dalam wawancara yang sama. Margaret Thatcher di depan mikrofon. Margaret Thatcher di depan mikrofon. Weidel mengklaim mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher sebagai panutannya.

Baca Juga: Trump Pernah Berdiskusi Sebanyak 7 Kali dengan Putin, Apa Saja yang Dibahas?

2. Ingin Mereformasi Uni Eropa

Ketika Weidel bergabung dengan AfD pada tahun 2013, tidak lama setelah partai itu didirikan, partai tersebut adalah partai euroskeptis dan liberalis nasional. Menurutnya, hal itu tidak berubah. "Kami mencoba mereformasi UE," katanya kepada surat kabar Welt am Sonntag pada bulan Agustus.

Weidel mengatakan bahwa jika reformasi gagal, maka setiap negara harus diberi kesempatan untuk mengadakan referendum mengenai keanggotaan mereka di Uni Eropa.

Dalam wawancara yang sama, Weidel menolak untuk menerima bahwa telah terjadi pergeseran ke kanan dalam partainya. Ia bahkan membela Björn Höcke, pemimpin cabang ekstremis AfD di negara bagian timur Thuringia. Höcke telah dihukum beberapa kali karena berulang kali menggunakan slogan-slogan Nazi di depan umum. Namun, Weidel mengklaim: "Ia telah meredam unsur yang sangat provokatif. Ia melakukan pekerjaan yang sangat baik di Thuringia. Saya menganggap persidangan pidana itu menggelikan dan meragukan."

3. Membela Fasis

Beginilah cara politisi papan atas AfD berbicara tentang seorang pria yang, menurut putusan pengadilan, dapat disebut sebagai seorang "fasis". Terlebih lagi, partainya sendiri menuduhnya memiliki "hubungan dengan Sosialisme Nasional" pada tahun 2017 dan Weidel mendukung langkah-langkah untuk mengusirnya. Namun, permohonan kepemimpinan nasional ditolak oleh pengadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Masih Trauma, Iran Belum...
Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai
Rekomendasi
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved