Siapa Alice Weidel? Pemimpin Partai AfD di Jerman yang Dikenal Lesbian dan Anti-Islam

Kamis, 10 Oktober 2024 - 11:15 WIB
loading...
Siapa Alice Weidel?...
Alice Wiedel dikenal sebagai pemimpin Jerman yang lesbian. Foto/X
A A A
BERLIN - Alice Weidel termasuk dalam kelompok minoritas yang sangat kecil. Ia adalah satu dari sembilan wanita di partai parlementer Alternatif untuk Jerman sayap kanan. Enam puluh sembilan pria mengisi sisanya.

Secara politik, Weidel adalah tokoh penting di AfD yang didominasi pria. Dia menjadi ketua bersama partai dan partai parlementer bersama dengan Tino Chrupalla. Weidel juga maju sebagai kandidat bersama Chrupalla dalam pemilihan federal terakhir tahun 2021. Hasil saat itu mengecewakan bagi AfD: Mereka menang 10,3%, turun dari 12,6% pada tahun 2017.

Tino Chrupalla bertepuk tangan di samping Alice Weidel dengan anggota partai lainnya di latar belakang. Logo partai AfD dan simbol bendera Jerman di dinding. Tino Chrupalla bertepuk tangan di samping Alice Weidel dengan anggota partai lainnya di latar belakang. Logo partai AfD dan simbol bendera Jerman di dinding.

Namun, sejak saat itu, partai tersebut semakin kuat. Dalam pemilihan negara bagian baru-baru ini, AfD mencatat hasil antara 18,4% di negara bagian Hesse di Jerman tengah dan 32,8% di Thuringia di Jerman timur. Partai tersebut, yang telah diklasifikasikan sebagai kelompok ekstremis sayap kanan oleh dinas intelijen dalam negeri (BfV), saat ini memperoleh peringkat jajak pendapat nasional hingga 20%.

Melansir DW, didorong oleh keberhasilan ini, pimpinan AfD kini telah memutuskan untuk mengajukan kandidatnya sendiri untuk jabatan kanselir dalam pemilihan federal meskipun mereka tidak diharapkan memiliki peluang nyata untuk memimpin pemerintahan. Bahkan jika AfD menjadi partai dengan suara terbanyak, semua partai lain telah menolak gagasan untuk menjadi mitra koalisinya.

Siapa Alice Weidel? Pemimpin Partai AfD di Jerman yang Dikenal Lesbian dan Anti-Islam

1. Mengidolakan Margaret Thatcher

Weidel yang berusia 45 tahun memiliki gelar doktor di bidang ekonomi. Pada akhir tahun 2000-an, ia bekerja di Bank of China dan tinggal di China selama enam tahun di mana ia belajar berbicara bahasa Mandarin. Selanjutnya, ia menulis tesis doktoralnya tentang masa depan sistem pensiun China. Weidel adalah pengagum Margaret Thatcher, perdana menteri Inggris dari tahun 1979 hingga 1990.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS
Rekomendasi
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved