Medvedev Serukan Rusia Tenggelamkan Inggris Raya untuk Selesaikan Masalah

Senin, 07 Oktober 2024 - 08:07 WIB
loading...
Medvedev Serukan Rusia...
Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev serukan militer negaranya untuk menenggelamkan Inggris Raya sebagai cara selesaikan masalah kedua negara. Foto/Glamour Magazine
A A A
MOSKOW - Dmitry Medvedev, wakil kepala Dewan Keamanan yang juga mantan presiden Rusia, telah menyerukan militer negaranya untuk menenggelamkan Inggris Raya.

Menurutnya, itu merupakan cara untuk menyelesaikan masalah Moskow dengan London.

Sekutu Presiden Vladimir Putin itu menanggapi pernyataan yang dibuat akhir bulan lalu oleh juara ski terkenal asal Rusia, Elena Vyalbe.

Dalam sebuah wawancara dengan outlet NEWS.ru, juara Olimpiade tiga kali dan kepala Federasi Ski Lintas Alam Rusia itu mengecam Barat karena melarang atlet negaranya dari sebagian besar turnamen olahraga internasional sebagai respons atas perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: 10 Negara Diprediksi Terseret Perang Dunia III, Salah Satunya Tetangga Indonesia

"Jika kami telah menjatuhkan bom yang serius di pusat kota London, semuanya akan berakhir sekarang dan kami akan diizinkan ke mana-mana," kata Vyalbe.

Medvedev, yang dikenal karena komentarnya yang keras dalam unggahan media sosial, berpendapat bahwa ada cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut selain dengan mengebom.

“Pemain ski terkenal kita Elena Vyalbe mengusulkan untuk menjatuhkan bom di London. Dia benar, tentu saja, tetapi kita perlu menyelesaikan masalah tersebut secara radikal dan menenggelamkan pulau anjing Anglo-Saxon terkutuk itu,” kata Medvedev, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (7/10/2024).

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut apakah "masalah" tersebut merujuk pada olahraga atau keadaan hubungan Rusia dengan Inggris secara umum.

Inggris dan NATO telah berpihak pada Ukraina dalam perangnya dengan Rusia, memberikan bantuan keuangan dan militer kepada Kyiv dan menjatuhkan sanksi kepada Moskow.

London merupakan salah satu dari 30 negara yang mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menegakkan larangan yang telah dijatuhkan kepada atlet Rusia dan Belarusia ketika mengusulkan agar mereka dapat berkompetisi di Olimpiade Musim Panas tahun ini.

Sebagian besar badan olahraga yang berbasis di Barat melarang Rusia dan Belarusia untuk ikut serta dalam turnamen olahraga internasional tak lama setelah pecahnya perang Ukraina pada tahun 2022, termasuk IOC, FIFA, FIDE, dan lainnya.

Moskow telah berulang kali mengkritik pembatasan tersebut.

Dalam wawancaranya, Vyalbe mengecam IOC, menyebutnya sebagai "tumpukan sampah". "Yang terlibat dalam olahraga yang entah apa, tetapi jelas bukan olahraga yang jujur," katanya.

"Meskipun olahraga selalu dikaitkan dengan politik, larangan besar-besaran terhadap atlet karena alasan politik sama sekali tidak lagi menyerupai olahraga," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved