Menteri Singapura yang Nebeng Jet Pribadi Dihukum Penjara 12 Bulan
Kamis, 03 Oktober 2024 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Kasus korupsi terakhir yang melibatkan menteri Singapura terjadi pada tahun 1986, ketika menteri pembangunan nasionalnya diselidiki atas tuduhan penyuapan tetapi meninggal sebelum tuntutan apa pun diajukan ke pengadilan.
Penyelidikan tersebut menimbulkan kehebohan di pusat keuangan Asia dan berpusat pada tuduhan bahwa Iswaran saat menjabat sebagai menteri transportasi menerima hadiah mewah dari para pengusaha, termasuk tiket pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris, Grand Prix Formula 1 Singapura, pertunjukan musikal London, dan perjalanan dengan jet pribadi.
Nilai totalnya lebih dari SD400.000 (USD300.000), kata jaksa penuntut. Iswaran mengundurkan diri sebagai menteri transportasi setelah kurang dari tiga tahun menjabat ketika dia pertama kali didakwa pada bulan Januari.
Iswaran awalnya mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan akan berjuang untuk membersihkan namanya, tetapi mengaku bersalah atas lima dakwaan yang diajukan ke pengadilan, dua di antaranya awalnya terkait korupsi tetapi diubah menjadi dakwaan menerima hadiah.
Jaksa penuntut, seperti dikutip Reuters, awalnya mendakwanya dengan 35 pelanggaran tetapi hanya melanjutkan dengan lima pelanggaran.
Penyelidikan tersebut menimbulkan kehebohan di pusat keuangan Asia dan berpusat pada tuduhan bahwa Iswaran saat menjabat sebagai menteri transportasi menerima hadiah mewah dari para pengusaha, termasuk tiket pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris, Grand Prix Formula 1 Singapura, pertunjukan musikal London, dan perjalanan dengan jet pribadi.
Nilai totalnya lebih dari SD400.000 (USD300.000), kata jaksa penuntut. Iswaran mengundurkan diri sebagai menteri transportasi setelah kurang dari tiga tahun menjabat ketika dia pertama kali didakwa pada bulan Januari.
Iswaran awalnya mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan akan berjuang untuk membersihkan namanya, tetapi mengaku bersalah atas lima dakwaan yang diajukan ke pengadilan, dua di antaranya awalnya terkait korupsi tetapi diubah menjadi dakwaan menerima hadiah.
Jaksa penuntut, seperti dikutip Reuters, awalnya mendakwanya dengan 35 pelanggaran tetapi hanya melanjutkan dengan lima pelanggaran.
(mas)
Lihat Juga :