Penindasan China Berlanjut, 2 Jurnalis Hong Kong Dipenjara atas Penghasutan

Selasa, 01 Oktober 2024 - 15:00 WIB
loading...
A A A
Metode yang digunakan termasuk membuat akun media sosial palsu untuk mengganggu dan mengintimidasi para pendukung pro-demokrasi serta bekerja sama dengan karyawan perusahaan telekomunikasi AS untuk menyensor para pembangkang. Kasus ini mengungkap sejauh mana jangkauan CCP dan kesediaannya untuk memanipulasi lembaga asing guna membungkam para kritikus.

Para pelaku tindakan penindasan transnasional ini berasal dari berbagai bagian aparatur negara China, termasuk Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Keamanan Negara, Polisi Bersenjata Rakyat, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), milisi China, dan Administrasi Ruang Siber China.

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut menggarisbawahi sifat komprehensif dari strategi penindasan global China dan keyakinannya bahwa komunitas diaspora China tetap berada di bawah otoritas Beijing, terlepas dari lokasi atau kewarganegaraan mereka.

Kampanye represi transnasional CCP memperoleh momentum dengan peluncuran Operasi Fox Hunt pada 2014 dan Operasi Sky Net di tahun 2015. Meski secara kasat mata merupakan bagian dari gerakan "anti-korupsi" Presiden Xi Jinping, program-program ini telah dijadikan senjata untuk menargetkan lawan politik dan pembangkang di seluruh dunia.

Taktik yang digunakan termasuk pelecehan, penguntitan, menekan anggota keluarga, dan bahkan penculikan. Kelompok hak asasi Safeguard Defenders telah mendokumentasikan 283 kasus pengembalian di luar hukum yang mengkhawatirkan dari sedikitnya 56 negara dan dua wilayah, yang menyoroti cakupan global dari jangkauan represif Beijing.

Strategi CCP melampaui operasi rahasia, memanfaatkan kelompok pro-Beijing dalam komunitas diaspora untuk menekan perbedaan pendapat dan mengendalikan narasi. Hal ini terbukti selama kunjungan Xi Jinping tahun 2023 ke San Francisco untuk menghadiri KTT APEC, di mana kelompok pro-CCP dengan keras menghadapi pengunjuk rasa anti-CCP.

Tindakan semacam itu, yang sering kali didorong oleh pemerintah China, merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membungkam para kritikus dan membentuk opini publik di luar negeri.

Inti dari upaya penindasan transnasional China terletak pada United Front Work Department, sebuah badan kuat CCP yang bertugas memengaruhi pemerintah asing, mengkooptasi komunitas diaspora, dan memajukan tujuan politik Beijing di luar negeri.

Organisasi tersebut memainkan peran penting dalam mengoordinasikan jaringan pengaruh global China, mengaburkan batasan antara aktor sipil dan negara, serta membangun sistem kontrol menyeluruh yang mencakup kedutaan besar China hingga kelompok masyarakat lokal.

Di saat China terus menyempurnakan metode kontrol dan memperluas pengaruhnya, implikasi tindakan tersebut terhadap demokrasi global sangat mendalam. Kampanye penindasan transnasional CCP merupakan tantangan langsung terhadap prinsip-prinsip kebebasan berbicara, kebebasan individu, dan kedaulatan nasional. Hal ini tidak hanya mengancam para pembangkang China dan komunitas diaspora, tetapi juga fondasi masyarakat demokratis di seluruh dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved