Serang Biden, Pence Sebar Ketakutan dalam Kampanye Pilpres AS
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 04:31 WIB
loading...
A
A
A
Biden Gunakan Ketakutan
Kubu Partai Demokrat juga menggunakan ketakutan sebagai senjata politik. Seperti dicatat Pence pada Rabu, Biden dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu menyebut momen saat ini sebagai "musim kegelapan".
Biden dan sekutu Demokratnya mengatakan para pemilih harus khawatir bahwa masa jabatan kedua Trump akan semakin membahayakan kehidupan dan mata pencaharian orang Amerika, serta dasar-dasar demokrasi negara tersebut. Biden menggandeng calon wakil presiden Kamala Harris dalam pilpres November 2020.
Pence membalas dengan menyarankan kritik Biden terhadap pemerintah sama dengan kurangnya kepercayaan pada negara.
"Dalam masa-masa sulit ini, negara kami membutuhkan presiden yang percaya pada Amerika, yang percaya pada kapasitas tak terbatas rakyat Amerika untuk menghadapi tantangan apa pun, mengalahkan musuh mana pun, dan mempertahankan kebebasan yang kami sayangi," kata Pence.
"Amerika membutuhkan empat tahun lagi Presiden Donald Trump di Gedung Putih," ujarnya.
Kubu Partai Demokrat juga menggunakan ketakutan sebagai senjata politik. Seperti dicatat Pence pada Rabu, Biden dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu menyebut momen saat ini sebagai "musim kegelapan".
Biden dan sekutu Demokratnya mengatakan para pemilih harus khawatir bahwa masa jabatan kedua Trump akan semakin membahayakan kehidupan dan mata pencaharian orang Amerika, serta dasar-dasar demokrasi negara tersebut. Biden menggandeng calon wakil presiden Kamala Harris dalam pilpres November 2020.
Pence membalas dengan menyarankan kritik Biden terhadap pemerintah sama dengan kurangnya kepercayaan pada negara.
"Dalam masa-masa sulit ini, negara kami membutuhkan presiden yang percaya pada Amerika, yang percaya pada kapasitas tak terbatas rakyat Amerika untuk menghadapi tantangan apa pun, mengalahkan musuh mana pun, dan mempertahankan kebebasan yang kami sayangi," kata Pence.
"Amerika membutuhkan empat tahun lagi Presiden Donald Trump di Gedung Putih," ujarnya.
Lihat Juga :