Kapal Selam Nuklir China Tenggelam, Insiden Memalukan bagi Rezim Komunis

Jum'at, 27 September 2024 - 14:16 WIB
loading...
Kapal Selam Nuklir China...
Kapal selam serang bertenaga nuklir China dilaporkan tenggelam, namun ditutup-tutupi militer rezim komunis di Beijing. Foto/Planet Labs
A A A
BEIJING - Sebuah kapal selam serang bertenaga nuklir terbaru China tenggelam awal tahun ini, menurut seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS).

Pejabat itu mengatakan insiden itu memalukan bagi rezim komunis Beijing karena sedang gencar memperluas kemampuan militernya.

China sudah memiliki Angkatan Laut terbesar di dunia dengan lebih dari 370 kapal, dan telah memulai produksi kapal selam bersenjata nuklir generasi baru.

Pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kapal selam serang bertenaga nuklir pertama di kelasnya milik China tenggelam di samping dermaga antara bulan Mei dan Juni.

Baca Juga: Kapal Selam Nuklir China Terperangkap di Bawah Laut, 55 Pelaut Dikhawatirkan Tewas

Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan mereka tidak memiliki informasi untuk diberikan terkait insiden tersebut.

"Kami tidak mengetahui situasi yang Anda sebutkan dan saat ini tidak memiliki informasi untuk diberikan," kata pejabat China tersebut, yang dilansir Reuters, Jumat (27/9/2024).

Pejabat pertahanan AS tersebut mengatakan tidak jelas apa yang menyebabkan kapal tenggelam atau apakah ada bahan bakar nuklir di dalamnya saat itu.

"Selain pertanyaan yang jelas tentang standar pelatihan dan kualitas peralatan, insiden tersebut menimbulkan pertanyaan yang lebih dalam tentang akuntabilitas internal PLA [Tentara Pembebasan Rakyat] dan pengawasan industri pertahanan China—yang telah lama dirundung korupsi," kata pejabat tersebut.

"Tidak mengherankan bahwa Angkatan Laut PLA akan mencoba menyembunyikan tenggelamnya kapal tersebut," imbuh pejabat Amerika tersebut.

Berbicara di Taipei pada hari Jumat, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan bahwa pihak berwenang Taipei memahami situasi melalui berbagai metode intelijen dan pengawasan, tetapi dia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai wilayah China, terus mengawasi aktivitas militer rezim komunis. Pada bulan Juni, muncul gambar daring dari kapal selam nuklir China yang muncul di Selat Taiwan di dekat nelayan Taiwan.

Berita tenggelamnya kapal selam China pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Serangkaian gambar satelit dari Planet Labs dari bulan Juni tampak memperlihatkan derek di galangan kapal Wuchang, tempat kapal selam itu seharusnya berlabuh.

Pada tahun 2022, China memiliki enam kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir, enam kapal selam serang bertenaga nuklir, dan 48 kapal selam serang bertenaga diesel, menurut laporan Pentagon tentang militer China.

Kekuatan kapal selam China diperkirakan akan bertambah menjadi 65 unit pada tahun 2025 dan 80 unit pada tahun 2035, menurut perkiraan Departemen Pertahanan AS.

Pada hari Rabu, China mengumumkan telah berhasil menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) ke Samudra Pasifik, sebuah langkah yang kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran internasional tentang pengembangan nuklir negara pimpinan Presiden Xi Jinping tersebut.

Amerika Serikat dan China mengadakan pembicaraan tingkat komandan untuk pertama kalinya awal bulan ini, di tengah upaya untuk menstabilkan hubungan militer dan menghindari kesalahpahaman, terutama di titik-titik panas regional seperti Laut China Selatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved