alexametrics

Uji Rudal Berkemampuan Nuklir, India Siap Tembakkan Kapan Saja

loading...
Uji Rudal Berkemampuan Nuklir, India Siap Tembakkan Kapan Saja
Rudal balistik Prithvi saat dipamerkan dalam parade militer India. Foto/REUTERS/Kamal Kishore AH/LA
A+ A-
NEW DELHI - Komando Pasukan Strategis India menguji tembak dua rudal balistik jarak pendek yang mampu membawa hulu ledak nuklir sebagai bagian dari sesi pelatihan tahunan. Pejabat pertahanan setempat menyatakan misil itu kini siap ditembakkan terhadap musuh kapan saja dengan pemberitahuan singkat.

Pasangan rudal Prithvi-II diuji tembak dari Pulau Abdul Kalam di lepas pantai Odisha pada Rabu malam.

"Kedua pengujian memenuhi semua parameter," kata seorang pejabat dari Integrated Test Range kepada kantor berita PTI, yang dilansir Kamis (21/11/2019)."Lintasan rudal dilacak oleh radar, sistem pelacakan elektro-optik dan stasiun telemetri oleh (Defense Research and Development Organization/DRDO)."



Pasangan misil balistik jarak pendek itu dilaporkan mendarat di Teluk Benggala di lepas pantai timur India.

“Tes membuktikan keandalan senjata dan menegaskan kembali kesiapan operasionalnya. Tentara sekarang siap menembakkan rudal kapan saja dan di medan apa pun dalam waktu singkat," kata pejabat pertahanan lainnya kepada New Indian Express.

Rudal surface-to-surface Prithvi-II buatan dalam negeri memiliki jangkauan sekitar 220 mil (350 km) dan kapasitas muatannya hingga 2.200 pound (1.000 kg).

Misil ini pertama kali memasuki layanan militer India pada tahun 2003. Senjata tersebut memiliki satu tahap, yang berarti ia didorong oleh hanya satu set mesin roket, dan dijalankan dengan bahan bakar cair.

Awal pekan ini, India juga menguji coba rudal Agni-II jarak menengah. Sedangkan rivalnya, Pakistan, merespons dengan menguji tembak rudal Shaheen-I. Baik Agni-II maupun Shaheen-I sama-sama misil yang mampu membawa hulu ledak nuklir. (Baca: Tandingi India, Pakistan Uji Rudal Balistik Berkemampuan Nuklir)

Permusuhan antara kedua negara bersenjata nuklir itu meruncing awal tahun ini setelah New Delhi melakukan serangan udara ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan. Saat itu, India mengklaim serangannya untuk mengebom kamp-kamp teror. Serangan itu mendorong Pakistan meluncurkan jet tempur, yang puncaknya jet tempur kedua negara terlibat pertempuran udara atau dogfight secara singkat.

Ketegangan juga kembali memanas baru-baru ini ketika India mencabut status otonomi khusus Kashmir pada bulan Agustus, yang oleh Pakistan dianggap sebagai tindakan ilegal.

Selama musim panas, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan kebijakan "No First Use" negara itu untuk senjata nuklir dapat segera berubah."(Tergantung] pada keadaan," katanya, yang menyiratkan bahwa Pakistan bisa menjadi penyebabnya.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak