Qatar Kecam Bungkamnya Dunia atas Bom Pager Israel di Lebanon
Minggu, 22 September 2024 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
”Bom-bom bergerak ini tanpa pandang bulu melukai dan membunuh orang-orang di ruang publik dan sipil, kapan ini menjadi hal yang dapat diterima?" paparnya.
“Bahkan jika seseorang menerima demi argumen bahwa peperangan modern, terlepas dari konsekuensi destruktifnya yang sangat besar, dapat memiliki beberapa alasan yang sah, perang tetap harus diatur oleh seperangkat hukum dan aturan dasar. Jika tidak, ini akan menjadi lereng licin yang sangat berbahaya, di mana tidak ada batasan. Dan kemudian tidak hanya aktor negara yang akan menggunakan metode ini, tetapi juga aktor suprasional."
Israel, seperti biasanya, tidak mengaku maupun menyangkal keterlibatannya dalam serangan “bom pager" di Lebanon.
Menurut laporan New York Times, serangan mengerikan tersebut telah dirancang selama 15 tahun. Mossad memasarkan pager dan walkie-talkie palsu—mencatut merek perusahaan berbagai negara—yang telah dipasangi alat peledak di Lebanon.
Perangkat itu kemudian diledakkan serentak pada Selasa dan Rabu lalu. Berbagai perusahaan dari Hongaria, Taiwan, Bulgaria, dan Jepang saling membantah terlibat dalam serangan “bom pager” di Lebanon.
“Bahkan jika seseorang menerima demi argumen bahwa peperangan modern, terlepas dari konsekuensi destruktifnya yang sangat besar, dapat memiliki beberapa alasan yang sah, perang tetap harus diatur oleh seperangkat hukum dan aturan dasar. Jika tidak, ini akan menjadi lereng licin yang sangat berbahaya, di mana tidak ada batasan. Dan kemudian tidak hanya aktor negara yang akan menggunakan metode ini, tetapi juga aktor suprasional."
Israel, seperti biasanya, tidak mengaku maupun menyangkal keterlibatannya dalam serangan “bom pager" di Lebanon.
Menurut laporan New York Times, serangan mengerikan tersebut telah dirancang selama 15 tahun. Mossad memasarkan pager dan walkie-talkie palsu—mencatut merek perusahaan berbagai negara—yang telah dipasangi alat peledak di Lebanon.
Perangkat itu kemudian diledakkan serentak pada Selasa dan Rabu lalu. Berbagai perusahaan dari Hongaria, Taiwan, Bulgaria, dan Jepang saling membantah terlibat dalam serangan “bom pager” di Lebanon.
(mas)
Lihat Juga :