5 Misteri Serangan Pager dan Walkie-Talkie Hizbullah, Salah Satunya Operasi Intelijen yang Terkoordinasi
Sabtu, 21 September 2024 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Israel Gagal Gapai Kemenangan di Gaza, Bagaimana Zionis Bisa Berhasil Melawan Hizbullah?
![5 Misteri Serangan Pager dan Walkie-Talkie Hizbullah, Salah Satunya Operasi Intelijen yang Terkoordinasi]()
Foto/AP
Video menunjukkan para korban merogoh saku mereka beberapa detik sebelum perangkat tersebut meledak, menyebabkan kekacauan di jalan-jalan, toko-toko, dan rumah-rumah di seluruh negeri.
Menurut surat dari misi Lebanon untuk PBB, yang dilihat oleh kantor berita Reuters, otoritas Lebanon telah menyimpulkan bahwa perangkat tersebut diledakkan oleh "pesan elektronik" yang dikirimkan kepada mereka.
Mengutip pejabat AS, New York Times mengatakan bahwa pager tersebut menerima pesan yang tampaknya berasal dari pimpinan Hizbullah sebelum meledak. Pesan tersebut tampaknya memicu perangkat tersebut, lapor media tersebut.
Kami belum mengetahui jenis pesan apa yang dikirimkan ke perangkat radio tersebut.
Apakah perangkat lain telah disabotase? Ini adalah pertanyaan yang kini ditanyakan banyak orang di Lebanon - paranoid bahwa perangkat lain, kamera, ponsel, atau laptop juga dapat dipasangi bahan peledak.
Tentara Lebanon telah berada di jalan-jalan Beirut menggunakan robot penjinak bom yang dikendalikan dari jarak jauh untuk melakukan ledakan terkendali.
Kru BBC di Lebanon telah dihentikan dan diminta untuk tidak menggunakan ponsel atau kamera mereka. "Semua orang panik... Kami tidak tahu apakah kami bisa tetap berada di dekat laptop dan ponsel kami. Segalanya tampak seperti bahaya saat ini, dan tidak seorang pun tahu apa yang harus dilakukan," kata seorang wanita, Ghida, kepada wartawan BBC.
![5 Misteri Serangan Pager dan Walkie-Talkie Hizbullah, Salah Satunya Operasi Intelijen yang Terkoordinasi]()
Foto/AP
Ada beberapa teori tentang mengapa perangkat itu dipicu untuk meledak minggu ini.
Salah satunya adalah bahwa Israel memilih momen ini untuk mengirim pesan yang menghancurkan kepada Hizbullah, setelah hampir setahun meningkatnya permusuhan lintas batas setelah Hizbullah menembakkan roket ke atau di sekitar Israel utara sehari setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.
Yang lainnya adalah bahwa Israel tidak bermaksud untuk menjalankan rencananya saat ini, tetapi terpaksa melakukannya setelah takut rencana itu akan terbongkar.
Menurut media AS Axios, rencana awalnya adalah agar serangan pager menjadi salvo pembuka perang habis-habisan sebagai cara untuk mencoba melumpuhkan Pejuang Hizbullah.
Namun, menurut laporan itu, setelah Israel mengetahui bahwa Hizbullah mulai curiga, Israel memilih untuk melancarkan serangan lebih awal.
4. Bagaimana perangkat tersebut diledakkan?

Foto/AP
Video menunjukkan para korban merogoh saku mereka beberapa detik sebelum perangkat tersebut meledak, menyebabkan kekacauan di jalan-jalan, toko-toko, dan rumah-rumah di seluruh negeri.
Menurut surat dari misi Lebanon untuk PBB, yang dilihat oleh kantor berita Reuters, otoritas Lebanon telah menyimpulkan bahwa perangkat tersebut diledakkan oleh "pesan elektronik" yang dikirimkan kepada mereka.
Mengutip pejabat AS, New York Times mengatakan bahwa pager tersebut menerima pesan yang tampaknya berasal dari pimpinan Hizbullah sebelum meledak. Pesan tersebut tampaknya memicu perangkat tersebut, lapor media tersebut.
Kami belum mengetahui jenis pesan apa yang dikirimkan ke perangkat radio tersebut.
Apakah perangkat lain telah disabotase? Ini adalah pertanyaan yang kini ditanyakan banyak orang di Lebanon - paranoid bahwa perangkat lain, kamera, ponsel, atau laptop juga dapat dipasangi bahan peledak.
Tentara Lebanon telah berada di jalan-jalan Beirut menggunakan robot penjinak bom yang dikendalikan dari jarak jauh untuk melakukan ledakan terkendali.
Kru BBC di Lebanon telah dihentikan dan diminta untuk tidak menggunakan ponsel atau kamera mereka. "Semua orang panik... Kami tidak tahu apakah kami bisa tetap berada di dekat laptop dan ponsel kami. Segalanya tampak seperti bahaya saat ini, dan tidak seorang pun tahu apa yang harus dilakukan," kata seorang wanita, Ghida, kepada wartawan BBC.
5. Mengapa serangan itu terjadi sekarang?

Foto/AP
Ada beberapa teori tentang mengapa perangkat itu dipicu untuk meledak minggu ini.
Salah satunya adalah bahwa Israel memilih momen ini untuk mengirim pesan yang menghancurkan kepada Hizbullah, setelah hampir setahun meningkatnya permusuhan lintas batas setelah Hizbullah menembakkan roket ke atau di sekitar Israel utara sehari setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.
Yang lainnya adalah bahwa Israel tidak bermaksud untuk menjalankan rencananya saat ini, tetapi terpaksa melakukannya setelah takut rencana itu akan terbongkar.
Menurut media AS Axios, rencana awalnya adalah agar serangan pager menjadi salvo pembuka perang habis-habisan sebagai cara untuk mencoba melumpuhkan Pejuang Hizbullah.
Namun, menurut laporan itu, setelah Israel mengetahui bahwa Hizbullah mulai curiga, Israel memilih untuk melancarkan serangan lebih awal.
(ahm)
Lihat Juga :