Militer AS Akui Intip Latihan Militer China di LCS

Kamis, 27 Agustus 2020 - 08:12 WIB
loading...
A A A
"Pasukan angkatan laut kami tetap siap untuk menanggapi setiap ancaman terhadap sekutu dan mitra kami di seluruh wilayah," ucapnya.

Aksi "mengintip" diwartakan media China yang berafiliasi dengan Partai Komunis yang berkuasa, Global Times, dengan mengutip pendapat para ahli yang mengatakan bahwa langkah itu dapat dikaitkan dengan potensi peluncuran rudal balistik. Mereka mengkritik langkah tersebut, terutama mengingat kejadian sehari sebelumnya, ketika militer China menuduh AS menerbangkan pesawat mata-mata U-2 di atas zona larangan terbang di dekat serangkaian latihan lain yang dilakukan oleh Komando Teater Utara PLA. (Baca: China Berang Latihan Militernya 'Diintip' Pesawat Mata-mata AS )

Militer China menyebut penerbangan pengintaian AS itu sebuah pelanggaran.

"Tindakan itu secara serius melanggar kode etik untuk keselamatan pertemuan udara dan maritim antara China dan AS, serta norma internasional terkait dan dapat dengan mudah menyebabkan salah penilaian dan kesalahpahaman, atau bahkan menyebabkan kecelakaan udara dan laut," kata juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengungkapkan poin yang sama pada konferensi pers di Beijing.

"Pelanggaran itu sangat mempengaruhi latihan normal dan kegiatan pelatihan China," kata Zhao Lijian, dan dia meminta AS untuk segera menghentikan gerakan provokatif semacam itu dan mengambil tindakan nyata untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas regional.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah secara resmi menolak klaim ekspansif China atas Laut China Selatan, rute utama lalu lintas komersial laut dan menjadi lokasi bagi cadangan minyak dan gas yang belum dimanfaatkan senilai triliunan dolar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved