ISIS Gunakan TikTok untuk Sebarkan Propaganda

Selasa, 22 Oktober 2019 - 13:36 WIB
ISIS Gunakan TikTok...
ISIS Gunakan TikTok untuk Sebarkan Propaganda
A A A
WASHINGTON - Kelompok terori ISIS menggunakan platform berbagi video populer TikTok untuk menyebarkan propagandanya. Demikian laporan yang diturunkan Wall Street Journal (WSJ).

Menurut laporan itu, ISIS memposting lagu kebangsaa Negara Islam, serta jasad dan para pejuangnya ke sebuah platform yang terkenal dengan video-video tarian, lelucon dan meme.Menurut WSJ, agen pemantau media sosial Storyful mengidentifikasi sekitar 20 akun terkait ISIS. Namun semua akun itu dilaporkan telah dimatikan.
Laporan itu mengatakan satu akun terkait ISIS memiliki sekitar 1.000 pengikut, menambahkan bahwa satu video teror memiliki 68 like. Namun laporan itu tidak merinci apakah angka-angka itu mewakili semua materi terkait ISIS di platform yang berbasi di China tersebut.

WSJ menyebut bahwa video tersebut dirancang khusus untuk menargetkan audiens muda.

"Sajak, irama, lirik yang menggugah, dan penyampaian punchy sangat menarik bagi kaum muda," kata Elisabeth Kendall, pakar ekstrimisme Universitas Oxford.

“Metode menyanyi yang menarik ini untuk menyebarkan ideologi (ISIS) menyebar dengan cepat dan melekat dalam ingatan kolektif. Cara itu cenderung jauh lebih efektif daripada khotbah atau perdebatan dan risalah teologis,” imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (22/10/2019).

Menurut The Verge tidak diketahui seberapa besar kehadiran ISIS di TikTok. media itu menyatakan media sosial AS membagikan basis data media tentang citra teroris yang diketahui yang memungkinkannya untuk segera dihapus setelah diunggah. Namun, perusahaan induk TikTok di China ByteDance, tidak mengungkapkan berapa banyak konten terkait teror yang dihapus, kata laporan itu.

Laporan Verge mengatakan konten ISIS menyebar terutama berkat algoritma rekomendasi TikTok, menambahkan bahwa tidak jelas apakah algoritma itu mempromosikan materi atau hanya merekomendasikannya secara acak.

Ketika kelompok teror itu menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak, kelompok ini menjadi berita utama dengan video-video yang dibuat secara profesional dan penggunaan media sosialnya yang sangat besar untuk menyebarkan propaganda. Ini diyakini banyak pihak berkontribusi pada masuknya warga asing, termasuk para remaja.
(ian)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serangan Simpatisan...
Serangan Simpatisan ISIS Tewaskan Jenderal Nigeria
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
9 menit yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
1 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
2 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
3 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
4 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved