Blinken Klaim 90% Kesepakatan Gaza Disetujui, Netanyahu Menyangkal

Jum'at, 06 September 2024 - 20:30 WIB
loading...
Blinken Klaim 90% Kesepakatan...
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memberikan konferensi pers di akhir kunjungan satu harinya ke Haiti di Bandara Internasional Toussaint Louverture di Port-au-Prince, Haiti, 5 September 2024. Foto/Roberto Schmidt/AP
A A A
WASHINGTON - Israel maupun Hamas perlu segera menyelesaikan masalah yang tersisa dan menuntaskan gencatan senjata Gaza, karena sebagian besar kesepakatan sudah disetujui.

Pernyataan itu diungkap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Kamis (5/9/2024).

Berbicara dalam konferensi pers selama kunjungan ke Haiti, dia menyatakan, "Berdasarkan apa yang saya lihat, 90% disetujui, tetapi ada beberapa masalah penting yang masih perlu kita sepakati."

Dia menekankan, "Kedua belah pihak benar-benar berkewajiban menyetujui masalah yang tersisa ini."

Blinken memperingatkan setiap hari kesepakatan tidak diselesaikan dan kedua belah pihak tidak mengatakan "ya, titik," adalah hari "di mana sesuatu yang lain terjadi dan ada peristiwa yang mengganggu yang hanya menunda segalanya dan berisiko menggagalkan rencana yang cukup rapuh."

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah bahwa 90% kesepakatan dengan Hamas telah selesai, dan menyebut klaim tersebut "sama sekali tidak akurat."

"Ada cerita, narasi di luar sana bahwa ada kesepakatan di luar sana... itu hanyalah narasi yang salah," ujar dia kepada Fox News pada Kamis.

"Tidak ada kesepakatan yang sedang dibuat," papar dia, dengan mengatakan, "Sayangnya, itu belum dekat."

Netanyahu telah bersumpah dia tidak akan menarik pasukan Israel dari jalur tanah strategis sepanjang 14 km di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir yang dikenal sebagai Koridor Philadelphia, dengan alasan kehadiran militer Israel di sana sangat penting untuk memastikan kemenangan atas Hamas.

Kelompok pejuang Palestina juga dengan keras menolak setiap kehadiran Israel yang berkelanjutan di koridor tersebut.

Penolakan perdana menteri Israel untuk mengalah pada masalah ini telah menjadi salah satu hambatan utama untuk menyelesaikan gencatan senjata di Gaza.

Menurut pejabat kesehatan Palestina, serangan Israel menewaskan lebih dari 40.878 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
4 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
6 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
7 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
8 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
9 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
10 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved