Antisipasi Perang dengan China dan Pakistan, India Beli Alutsista Senilai Rp263 Triliun

Rabu, 04 September 2024 - 15:50 WIB
loading...
Antisipasi Perang dengan...
India membeli alutsista senilai Rp236 triliun sebagai persiapan perang dengan China dan Pakistan. Foto/AP
A A A
NEW DELHI - India telah menyetujui beberapa proposal untuk mendapatkan teknologi dan senjata senilai USD17,2 miliar atau Rp263 triliun. Itu sebagai antisipasi menghadapi dua musuh utama India, yakni China dan Pakistan.

Dari pembelian baru tersebut, 99% akan dilakukan dari vendor lokal sebagai bagian dari dorongan berkelanjutan India untuk mengembangkan pasar manufaktur senjata dalam negeri.

Di antara persetujuan yang disetujui oleh Dewan Akuisisi Pertahanan, yang diketuai oleh Menteri Pertahanan Rajnath Singh, adalah Kendaraan Tempur Siap Masa Depan untuk angkatan darat. Menurut Kementerian Pertahanan, ini adalah tank tempur utama "futuristik" dengan mobilitas superior, kemampuan segala medan, perlindungan berlapis-lapis, daya mematikan presisi, dan kesadaran situasional waktu nyata.

Economic Times melaporkan, India berencana untuk memperoleh sekitar 1.700 tank ini untuk menggantikan armada tank T-72 asal Rusia yang sudah tua.

Proposal untuk pengadaan radar pengendali tembakan pertahanan udara untuk mendeteksi dan melacak target udara dan tim perbaikan depan untuk perbaikan di lokasi juga disetujui.

Untuk meningkatkan kemampuan Penjaga Pantai India, New Delhi telah menyetujui pengadaan pesawat Dornier-228, kapal patroli cepat dengan "fitur operasional tinggi dalam kondisi cuaca buruk," dan kapal patroli lepas pantai dengan "teknologi canggih dan operasi jarak jauh yang ditingkatkan."

"Peningkatan ini akan membantu penjaga pantai dengan pengawasan, patroli zona maritim, pencarian dan penyelamatan, dan operasi bantuan bencana," kata New Delhi.



Economic Times telah menghubungkan persetujuan proyek-proyek ini dengan meningkatnya ketegasan China di kawasan tersebut. Di tengah sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan India, Beijing telah meningkatkan infrastruktur regional seperti bandara dan pelabuhan dan mengerahkan aset pengawasan untuk melawan India.

New Delhi juga telah menyatakan kekhawatirannya atas meningkatnya kehadiran China di Kawasan Samudra Hindia dan dugaan pemetaan medan bawah laut.

Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, dalam penilaian tahunannya yang dirilis pada bulan Juni, mengklaim bahwa India memperluas persenjataan nuklirnya pada tahun 2023, dengan penekanan pada pengembangan hulu ledak yang mampu menyerang target di China.

India diperkirakan telah meningkatkan jumlah rudal nuklir dari 164 menjadi 172. China secara signifikan meningkatkan persenjataan atomnya selama periode yang sama, dari 410 hulu ledak pada bulan Januari 2023 menjadi 500 pada bulan Januari 2024.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa Bajinder Singh?...
Siapa Bajinder Singh? Pendeta yang Dijuluki sebagai Nabi Dipenjara Seumur Hidup karena Memperkosa Jemaatnya
Mengapa India Pilih...
Mengapa India Pilih Beli 156 Helikopter Tempur Buatan Dalam Negeri Senilai Rp120 Triliun Ketimbang Produksi Asing?
Heboh, Menteri India...
Heboh, Menteri India Serukan Poliandri: Seorang Wanita Boleh Nikahi 10 Pria
Seorang Istri dan Selingkuhannya...
Seorang Istri dan Selingkuhannya Bunuh Suami, Korban Dikubur di Dalam Drum dengan Semen
Arab Saudi, Qatar, India...
Arab Saudi, Qatar, India dan Pakistan Negara Pengimpor Senjata Terbesar di Dunia
Pakistan Tuding India...
Pakistan Tuding India Jadi Dalang Pembajakan Kereta, Akankah Musuh Bebuyutan Berperang?
Di Mana Gunung Sampah...
Di Mana Gunung Sampah Tertinggi di Dunia?
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Lingkar Barat Nagreg Macet Mengular hingga 5 Kilometer
Bocah 8 Tahun Terseret...
Bocah 8 Tahun Terseret Ombak Pantai Tiram Padang Pariaman
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
1 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
4 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
5 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
6 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
7 jam yang lalu
Infografis
China Mulai Cengkeram...
China Mulai Cengkeram Maladewa, Berebut Pengaruh dengan India
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved