Eks Dubes Era Trump Ungkap AS Punya Kewajiban Alkitabiah untuk Dukung Satu Negara Yahudi

Rabu, 04 September 2024 - 06:15 WIB
loading...
A A A
Buku Friedman ini sangat tepat waktunya bertepatan dengan pemilu presiden AS 2024. Dalam bukunya, mantan duta besar Trump menulis, "Ini adalah peluang besar untuk perluasan Perjanjian Abraham seputar konsep 'Satu Negara Yahudi'."

Meskipun Friedman telah lama menjadi pendukung perluasan permukiman Israel, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, sebagai duta besar dia sebelumnya mengatakan kepada Middle East Eye bahwa dia sedang menggarap rencana perdamaian Trump yang tidak akan mengarah pada pembentukan satu negara.

"Kami mencoba menciptakan negara-bangsa untuk orang-orang Yahudi dan negara-bangsa untuk orang-orang Palestina," ujar Friedman kepada MEE pada tahun 2020.

Rencana Trump untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina mencakup pertukaran tanah besar-besaran yang akan mengakibatkan sebagian besar tanah gersang di gurun Negev diserahkan kepada negara Palestina.

Proposal tersebut, yang disusun tanpa masukan dari kelompok Palestina mana pun, juga memungkinkan Israel untuk mempertahankan semua permukimannya di Tepi Barat dan mencaplok sebagian besar wilayah Palestina yang saat ini didudukinya.

Trump belum berkomitmen untuk mendukung solusi satu atau dua negara selama kampanye pemilu 2024. Ketika ditanya tentang posisinya pada debat presiden bulan Juni, dia menjawab, "Saya harus melihatnya."

Baca juga: Ribuan Pemukim Ilegal Israel Rebut Masjid Ibrahimi dan Dijadikan Tempat Konser Musik
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved