Hamas Keluarkan Perintah Baru untuk Penjaga Sandera Jika Tentara Israel Mendekat

Selasa, 03 September 2024 - 08:40 WIB
loading...
Hamas Keluarkan Perintah...
Hamas mengeluarkan perintah baru kepada para penjaga sandera jika tentara Israel mendekati lokasi mereka. Foto/X @PalestineChron
A A A
GAZA - Sayap militer Hamas Brigade al-Qassam mengatakan bahwa sejak Juni kelompok tersebut telah beroperasi berdasarkan perintah baru tentang cara menangani sandera jika pasukan Israel mendekati lokasi mereka di Gaza.

Pengumuman tersebut, yang disampaikan hari Senin, muncul beberapa hari setelah militer Israel menemukan jenazah enam sandera dari sebuah terowongan di kota Rafah, Gaza selatan.

Militer Israel mengatakan bahwa enam sandera itu telah ditembak mati oleh para penculik mereka saat pasukan Israel mendekat.

Baca Juga: 6 Sandera Israel Tewas di Gaza, Keluarga Korban Marah pada Netanyahu

Juru bicara Brigade al-Qassam Abu Ubaidah tidak memberikan perincian tentang perintah baru tersebut. Dia mengatakan kelompoknya menganggap Israel bertanggung jawab atas kematian para sandera.

Perintah baru tersebut, kata Ubaidah, diberikan kepada para penjaga sandera setelah operasi penyelamatan oleh Israel pada bulan Juni.

Saat itu, pasukan Israel membebaskan empat sandera dalam sebuah penggerebekan yang menewaskan puluhan warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak.

“Kegigihan [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu untuk membebaskan tahanan melalui tekanan militer, alih-alih menyegel kesepakatan, berarti mereka akan dikembalikan ke keluarga mereka dalam keadaan tertutup. Keluarga mereka harus memilih apakah mereka ingin mereka hidup atau mati,” kata Ubaidah, yang dilansir Reuters, Selasa (3/9/2024).

Pada hari yang sama, Brigade al-Qassam menerbitkan video pra-rekaman dari salah satu dari enam sandera yang tewas, mendesak Netanyahu untuk membuat kesepakatan untuk membebaskan mereka, dengan mengatakan bahwa dia khawatir dia bisa mati dalam penahanan.

Tanggal rekaman video tersebut tidak disebutkan.

Netanyahu mengatakan dalam konferensi pers pada hari Senin bahwa para sandera telah ditembak di bagian belakang kepala, dan bersumpah bahwa Hamas akan membayar harga yang mahal.

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan tuduhan Netanyahu terhadap Hamas merupakan upaya untuk melarikan diri dari tanggung jawab atas kematian para sandera, seraya menambahkan bahwa ancamannya kepada para pemimpin Hamas tidak membuat mereka takut.

"Netanyahu membunuh enam tahanan dan dia bertekad untuk membunuh yang tersisa. Israel harus memilih antara Netanyahu atau kesepakatan itu," kata Abu Zuhri.

Israel dan Hamas telah gagal mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri perang dan membebaskan sandera Israel dan asing yang ditahan di Gaza sebagai imbalan atas banyak warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.

Hamas menginginkan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang dan mengeluarkan pasukan Israel dari Gaza sementara Netanyahu mengatakan perang hanya dapat berakhir setelah Hamas dikalahkan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Ezzedin Al-Haddad, Pemimpin...
Ezzedin Al-Haddad, Pemimpin Baru Hamas Dijuluki Hantu Al Qassam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved