Tuding Ukraina Pernah Bantai Warga Polandia, Donal Tusk Tolak Kiev Bergabung dengan Uni Eropa

Minggu, 01 September 2024 - 15:25 WIB
loading...
A A A
Beberapa sejarawan memperkirakan jumlah korban bahkan lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa pembantaian itu menelan korban hingga 120.000 jiwa. Sementara Warsawa telah mengakui pembantaian itu sebagai genosida terhadap warga Polandia, Ukraina modern telah merayakan para pelaku di baliknya sebagai "pejuang kebebasan" dan "pahlawan nasional."

Kuleba juga menyerukan Operasi Vistula tahun 1947, yaitu pemindahan paksa warga Ukraina dari Polandia tenggara ke wilayah barat negara itu. Tindakan kontroversial itu ditujukan untuk menghancurkan tempat persembunyian UPA setempat, karena pemindahan itu menghilangkan dukungan penduduk setempat. Sekitar 140.000 orang dideportasi selama operasi tersebut dan tersebar di wilayah barat negara tersebut.

Menteri luar negeri yang berkunjung mengatakan Kiev memiliki tuntutan tersendiri terhadap otoritas Polandia, seperti menghormati "kenangan warga Ukraina" yang telah diusir paksa dari wilayah Ukraina. Pernyataan tersebut mendapat sambutan yang sangat buruk di negara tuan rumah, karena beberapa pihak menganggapnya sebagai isyarat samar-samar tentang potensi tuntutan teritorial.

Kementerian Luar Negeri Ukraina harus turun tangan, bersikeras bahwa atasannya tidak pernah bermaksud seperti itu, hanya menggambarkan wilayah tempat "komunitas Ukraina yang kompak" telah tinggal sebelum deportasi sebagai "wilayah Ukraina."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved