alexametrics

Serangan Gabungan AS-Afghanistan Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaeda

loading...
Serangan Gabungan AS-Afghanistan Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaeda
Pemimpin senior al-Qaeda, Asim Omar, tewas dalam serangan gabungan AS-Afghanistan terhadap komplek milik Taliban. Foto/Istimewa
A+ A-
KABUL - Seorang pemimpin senior kelompok al-Qaeda tewas dalam serangan komando gabungan Amerika Serikat (AS)-Afghanistan terhadap kompleks Taliban bulan lalu. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah pejabat terkait.

"Serangan akhir September terhadap fasilitas di Provinsi Helmand Afghanistan mengakibatkan kematian Asim Omar dan enam anggota al-Qaeda lainnya di Sub Benua India, termasuk kurir pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri," kata badan intelijen Afghanistan dalam sebuah tweet.

Pejabat AS kemudian mengkonfirmasi hal tersebut seperti dikutip dari Fox News, Rabu (9/10/2019).



Sebuah senapan AC-130 Angkatan Udara AS meratakan kompleks itu. Namun, Associated Press melaporkan, pejabat provinsi mengatakan bahwa 40 orang yang menghadiri pesta pernikahan di daerah itu tewas akibat serangan udara tersebut.

Serangan itu juga menewaskan 22 pejuang Taliban dan menghancurkan gudang besar persediaan dan peralatan, Associated Press menambahkan, mengutip kementerian pertahanan Afghanistan.

Belum diketahui dampak dari kematian Omar terhadap kelompok teroris itu. Tetapi seperti para pemimpin teror lainnya, Departemen Luar Negeri AS tidak menjanjikan imbalan atas kepalanya pada saat kematiannya.

Berita kematian Omar datang pada peringatan 18 tahun serangan udara Amerika pertama di Afghanistan.

Sementara itu, pembicaraan damai AS dengan Taliban tampaknya akan kembali berlangsung setelah utusan Presiden Trump baru-baru ini melawat ke Pakistan. AS telah mendorong agar Taliban melakukan jeda publik dengan al-Qaeda dan melepaskan ikatan apa pun dengan kelompok teroris itu. (Baca juga: Utusan AS Dilaporkan Bertemu dengan Taliban di Pakistan)
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak