Keluarga Jacob Blake Tuntut Polisi Pelaku Penembakan Dipecat

Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:45 WIB
loading...
Keluarga Jacob Blake...
Pihak keluarga Jacob Blake menuntut polisi pelaku penembakan dipecat. Foto/Russia Today
A A A
WASHINGTON - Penembakan terhadap Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin, adalah bagian dari pola penindasan rasial terhadap orang Afro-Amerika dan polisi yang terlibat perlu dihukum. Hal itu dikatakan keluarga Jacob Blake, seorang pria Afro-Amerika yang diberondong tembakan oleh anggota polisi kulit putih yang menyulut kerusuhan di kota itu.

"Saya tidak percaya pada siapa pun yang berkulit putih yang melakukan penyelidikan tentang seorang pemuda kulit hitam yang ditembak tujuh kali di punggungnya," kata ayah Blake, Jacob Blake Senior, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (26/8/2020).

Pernyataannya muncul beberapa saat setelah Benjamin Crump - seorang pengacara yang mewakili keluarga tersebut, yang telah terlibat dalam kasus Black Lives Matter lainnya - menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak memiliki dua sistem peradilan, satu untuk kulit putih dan satu lagi untuk kulit hitam.

Jaksa distrik Kenosha County berkulit putih. CNN telah melaporkan FBI dan Departemen Kehakiman sedang meninjau insiden tersebut untuk melihat apakah penyelidikan hak sipil diperlukan.

Keluarga Blake menuntut agar departemen kepolisian Kenosha memecat petugas yang terlibat dalam insiden pada hari Minggu itu, dan menahan orang yang melepaskan tembakan terhadap pria Afro-Amerika berusia 29 tahun itu. Meski selamat, Blake dilaporkan terluka parah.(Baca: Polisi AS Tembak Pria Kulit Hitam 7 Kali, Kerusuhan Pecah di Kenosha )

"Ini akan membutuhkan keajaiban bagi Jacob Blake Jr untuk bisa berjalan kembali," kata Crump kepada wartawan.

Protes yang dimulai beberapa jam setelah penembakan dengan cepat meningkat menjadi kerusuhan, dengan penjarah menghancurkan beberapa bisnis lokal dan membakar sejumlah bangunan. Mereka tampak tidak tergoyahkan dengan kehadiran sekitar 125 anggota Garda Nasional Wisconsin.(Baca: Buntut Kerusuhan di Kenosha, Wisconsin Nyatakan Keadaan Darurat )

Julia Jackson, ibu Blake, mengatakan kehancuran tidak mencerminkan keinginan keluarganya dan putranya akan "sangat tidak senang" jika dia mengetahuinya.

"Lakukan keadilan bagi Jacob pada tingkat ini dan periksa hati Anda," dia bertanya kepada orang-orang di Wisconsin dan AS.

“Saat saya berdoa untuk kesembuhan putra saya secara fisik, emosional dan spiritual, saya juga telah berdoa bahkan sebelum ini untuk kesembuhan negara kita,” imbuhnya.

Namun, salah satu saudara perempuan Blake mengatakan dia telah berhenti menangis bertahun-tahun yang lalu, dan mati rasa karena dia telah menyaksikan polisi membunuh orang-orang kulit hitam selama bertahun-tahun.

"Emmett Till adalah keluarga saya. Philando (Castille), Mike Brown, Sandra (Bland) - ini telah terjadi pada keluarga saya, dan saya telah meneteskan air mata untuk setiap orang ini yang pernah terjadi," ujarnya.

Till dibunuh di Mississippi pada tahun 1955, dan menjadi seruan bagi gerakan hak-hak sipil. Castille dibunuh oleh seorang petugas polisi di Minnesota pada 2016. Bland ditemukan tewas di penjara Texas pada 2015, setelah ditangkap saat terjadi perhentian lalu lintas. Kematian Brown di Ferguson, Missouri pada tahun 2014 memicu protes massal Black Lives Matter.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved