4 Alasan Barat Ingin Membungkam Telegram dengan Penangkapan Pavel Durov

Minggu, 25 Agustus 2024 - 23:55 WIB
loading...
A A A
“Mereka akan mendakwanya dengan tuduhan terorisme karena ia menolak menyensor kelompok tertentu, orang-orang yang mendukung Hamas diizinkan untuk berkomunikasi secara bebas di Telegram. Telegram adalah salah satu dari sedikit saluran yang benar-benar memungkinkan informasi yang kritis terhadap kebijakan Barat untuk terus beredar. Saya pikir itulah akar permasalahannya.”

2. Telegram Dituding sebagai Aplikasi Pendukung Terorisme dan Pencucian Uang

Durov dilaporkan menghadapi sejumlah tuduhan terkait kurangnya moderasi Telegram, yang menurut pihak berwenang melibatkannya dalam penyebaran konten yang terkait dengan terorisme, perdagangan narkoba, penipuan, dan pencucian uang.

Baca Juga: 4 Fakta Pavel Durov, Miliarder Pendiri Telegram yang Ditangkap Prancis

3. Telegram Identik dengan Pembangkang Barat

Platform tersebut telah dikenal sebagai rumah bagi para pembangkang politik di Barat, yang dapat menerbitkan konten yang tidak dianjurkan atau dilarang di platform daring lainnya. “Dulu [Durov] dianggap bersahabat dengan [Presiden Prancis Emmanuel] Macron,” kenang Johnson. “Namun, itu jelas sudah berlalu karena penangkapan semacam ini tidak akan terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan Macron.”

“Mungkin saja dia dijadikan alat tawar-menawar. Namun pertanyaannya, siapa yang akan menjadi alat tawar-menawar untuknya? Dia meninggalkan Rusia,” katanya, mengingat bahwa pengusaha teknologi itu meninggalkan negara itu pada tahun 2014.

“Faktanya adalah dia meninggalkan Rusia dan menerima kewarganegaraan Prancis, dan telah memilih untuk tinggal di [Uni] Emirat Arab. Jadi, dia tidak berada dalam daftar prioritas intelijen Rusia untuk mendapatkannya kembali. Dia tidak berguna bagi Rusia dalam hal itu.”

“Saya pikir orang Barat – khususnya Prancis – telah membuat kesalahan dengan menangkapnya karena mereka berpikir bahwa ini akan menciptakan pengaruh atau menciptakan masalah dengan Rusia.”

4. Intelijen Barat Tertarik Menggunakan Telegram

Sebelumnya Durov mengklaim dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Tucker Carlson bahwa FBI telah berupaya mendorong salah satu teknisi Telegram untuk membuat pintu belakang dalam aplikasi tersebut agar dapat digunakan oleh badan intelijen Barat.

Johnson mengklaim bahwa kritik terhadap perang proksi yang didukung AS di Ukraina dan operasi militer Israel di Gaza di Telegram khususnya membuat jengkel otoritas Barat. Aplikasi media sosial TikTok juga diserang oleh legislator AS awal tahun ini ketika undang-undang disahkan untuk melarang aplikasi tersebut setelah pemilihan presiden musim gugur ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pavel Durov Mengaku...
Pavel Durov Mengaku Hanya Bergaji Rp4.000 per Tahun dari Telegram
Diduga Agen Rahasia,...
Diduga Agen Rahasia, Teman Wanita Bos Telegram Durov Angkat Bicara
Miliarder Bos Telegram...
Miliarder Bos Telegram Pavel Durov Buka Suara Pertama Kalinya sejak Ditangkap Prancis
Prancis Bebaskan Miliarder...
Prancis Bebaskan Miliarder Bos Telegram Pavel Durov dengan Jaminan Rp85,8 Miliar
Ketua Parlemen Rusia...
Ketua Parlemen Rusia Tuding AS Dalang Penangkapan Pendiri Telegram Durov
Presiden Serbia: Penangkapan...
Presiden Serbia: Penangkapan Pendiri Telegram Durov Ungkap Barat yang Terbalik
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved