alexametrics

Iran Akan Segera Lepas Kapal Tanker Inggris

loading...
Iran Akan Segera Lepas Kapal Tanker Inggris
Stena Impero, kapal tanker berbendera Inggris yang ditahan Iran. FOTO/Al Arabiya
A+ A-
TEHERAN - Otoritas Iran menyatakan akan segera merilis Stena Impero, kapal tanker berbendera Inggris yang disita Pengawal Revolusi Iran lebih dari dua bulan lalu. Penyitaan kapal ini telah memicu krisis berkepanjangan.

Otoritas maritim Iran menyatakan kepada kantor berita Fars pada Minggu (22/9), bahwa Stena Impero yang dimiliki perusahaan Swedia akan segera dibebaskan. Pernyataan ini membenarkan pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh kepala eksekutif Stena Bulk, perusahaan yang memiliki Stena Impero.

"Kami menerima informasi pagi ini yang mengindikasikan bahwa kapal Stena Impero akan dirilis dalam beberapa jam," ujar Erik Hanell, kepala eksekutif di Stena Bulk kepada televisi Swedia SVT.



“Jadi, kami mengerti bahwa keputusan politik untuk melepaskan kapal telah diambil. Kami berharap (kapal) dapat keluar dalam beberapa jam. Kami ingin melihat bahwa kapal berlayar keluar dari perairan teritorial Iran,” lanjut Hanell.

Stena Impero secara dramatis disita Pengawal Revolusi Iran pada 19 Juli ketika melewati selat Hormuz. Langkah tersebut diambil Pengawal Revolusi Iran, setelah pejabat Iran mengklaim kalau kapal tersebut telah melanggar peraturan maritim. Cuplikan yang dirilis oleh Iran menunjukkan Pengawal Revolusi Iran turun dari helikopter untuk mengambil kendali kapal dan menahan 23 awaknya.

Sekitar dua pekan sebelumnya, Marinir Kerajaan Inggris menangkap supertanker Iran di lepas pantai Gibraltar yang membawa 2,1 juta barel minyak mentah yang menurut dugaan pemerintah Inggris akan dijual ke Suriah dalam pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap pemerintah Bashar al-Assad. Iran telah membantah bahwa penahanan Stena Impero adalah langkah balasan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak