Divonis Seumur Hidup, 'Si Jagal Bosnia' Ratko Mladic Ajukan Banding

Selasa, 25 Agustus 2020 - 21:39 WIB
loading...
A A A
Mladic (77) saat ini menjalani hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah mengawasi pembantaian 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia di Srebrenica pada 1995. Ia juga melakukan penyerangan serta membunuh warga sipil selama 43 bulan pengepungan Ibu Kota Bosnia, Sarajevo. Pembantaian di Srebrenica dianggap sebagai salah satu kekejaman terburuk di Eropa sejak Holocaust.(Baca: Warga Bosnia Kenang 25 Tahun Pembantaian Srebrenica )

Hakim pengadilan memutuskan bahwa dia bertanggung jawab atas pembantaian Muslim Bosnia dan kampanye "pembersihan etnis" sebagai bagian dari rencana untuk membentuk Serbia Besar dari beberapa bagian bekas Yugoslavia, bersama dengan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic dan mantan politisi Serbia Slobodan Milosevic. Mladic adalah komandan pasukan Serbia Bosnia selama perang 1992-95 yang merupakan bagian dari pecahnya Yugoslavia.

Sekitar 100.000 orang tewas dan 2,2 juta lainnya mengungsi dalam perang Bosnia, yang meletus saat persaingan komunal mencabik-cabik Yugoslavia setelah jatuhnya komunisme.

Mladic telah bersembunyi dari pengadilan di Serbia selama 16 tahun sebelum akhirnya ditangkap pada 2011.

Mantan jenderal itu diizinkan untuk berbicara di pengadilan selama 10 menit. Hakim belum menentukan tanggal untuk membacakan vonis, kemungkinan sekitar tahun 2021.(Baca: Bosnia Mendakwa Jenderal Serbia dalam Genosida Srebrenica )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Berburu Manusia,...
Bak Berburu Manusia, Para Turis Kaya Bayar Rp1,5 Miliar untuk Tembaki Orang-orang di Sarajevo
5 Negara Paling Rasis...
5 Negara Paling Rasis di Dunia, 2 di Antaranya Musuh Bebuyutan
Intel Rusia Ungkap Perusahaan...
Intel Rusia Ungkap Perusahaan Serbia Diam-diam Kirim Amunisi ke Ukraina
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
Agen FSB Rusia Selidiki...
Agen FSB Rusia Selidiki Senjata Sonik di Serbia
Ribuan Orang Protes...
Ribuan Orang Protes Proyek Hotel Menantu Trump di Serbia
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved