Israel Ingin Inggris, Prancis, dan Sekutu Barat Bergabung Serang Iran

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 07:01 WIB
loading...
Israel Ingin Inggris,...
Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy (kiri) dan Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne (kanan), disambut Menlu Israel, Israel Katz, di Yerusalem, 16 Agustus 2024. Foto/AP/Ohad Zwigenberg
A A A
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Israel Katz, mengatakan kepada sekutu-sekutu barat termasuk Inggris dan Prancis bahwa pihaknya mengharapkan mereka menyerang Iran jika Teheran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel.

"Jika Iran menyerang, kami mengharapkan koalisi untuk bergabung dengan Israel tidak hanya dalam pertahanan tetapi juga dalam menyerang target-target penting di Iran," ujar Katz mengatakan kepada Menlu Inggris dan Prancis, David Lammy dan Stephane Sejourne, menurut pernyataan dari kantor Israel.

Lammy dan Sejourne sedang dalam kunjungan luar negeri ke Israel pada saat pernyataan tersebut, di mana mereka berfokus pada upaya meredakan ketegangan di wilayah tersebut dan melobi kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

"Tidaklah tepat untuk berbicara tentang tanggapan Israel sementara kita berupaya mencapai solusi diplomatik... Kami berupaya untuk mencegah pembalasan Iran," ujar Sejourne kepada wartawan di Yerusalem.

Sumber pemerintah Inggris mengatakan kepada The Times bahwa "sangat tidak mungkin" Inggris akan berpartisipasi dalam serangan langsung terhadap Iran, tetapi negara itu akan membela Israel.

Partisipasi Inggris dapat mencerminkan respons terhadap serangan balasan Iran pada Israel pada April, ketika beberapa negara barat termasuk Amerika Serikat membantu Israel menembak jatuh sejumlah pesawat nirawak yang diluncurkan ke Israel.

Komentar Katz muncul saat para negosiator di Doha telah menyelesaikan hari kedua putaran terakhir perundingan gencatan senjata pada Jumat.

AS, Qatar, dan Mesir merilis pernyataan bersama yang menggambarkan perundingan tersebut sebagai produktif, dan mengatakan "proposal penghubung" diajukan kepada kedua belah pihak untuk mempersempit kesenjangan antara Israel dan Hamas.

Namun, sumber di dalam Hamas mengatakan kepada MEE bahwa "upaya utama delegasi Israel adalah menambahkan persyaratan (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) untuk menjadi bagian dari proposal (Presiden AS Joe Biden)."

Pernyataan Hamas mengacu pada ketentuan Israel akan mempertahankan kendali atas zona penyangga antara Gaza dan Mesir dan ketentuan lain Israel akan diizinkan untuk memeriksa warga Palestina yang kembali ke Gaza utara untuk mencari senjata apa pun.

Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada MEE, "Hamas dengan tegas menolak persyaratan Netanyahu."

Sementara itu, ancaman pembalasan Iran terhadap Israel terus membayangi. Awal bulan ini, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dibunuh saat berkunjung ke Teheran, dalam apa yang digambarkan gerakan Palestina tersebut sebagai serangan Israel.

Iran telah berjanji menanggapi serangan tersebut. Namun, meskipun ada laporan AS bahwa serangan Iran terhadap Israel akan segera terjadi, beberapa pekan telah berlalu tanpa adanya serangan semacam itu.

Ancaman eskalasi besar-besaran di perbatasan Lebanon-Israel juga tetap ada setelah Israel membunuh seorang komandan senior Hizbullah di Beirut beberapa hari sebelum pembunuhan Haniyeh.

Hizbullah merilis video pada Jumat pagi yang menunjukkan apa yang tampaknya merupakan fasilitas peluncuran rudal bawah tanah yang dikembangkan bersama dengan jaringan terowongan yang luas.

Baca juga: China Peringatkan AS Ancaman Nuklir Terbesar Dunia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved