Profil Josep Borrell, Pejabat Tinggi Uni Eropa yang Serukan Sanksi untuk Menteri Kejam Israel

Rabu, 14 Agustus 2024 - 19:50 WIB
loading...
Profil Josep Borrell,...
Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, menyerukan sanksi terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Foto/Europarl
A A A
GAZA - Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, menyerukan sanksi terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Hal ini lantaran menteri zionis itu sempat menyampaikan ide memangkas pasokan bahan bakar dan bantuan lain bagi warga sipil di Gaza .

Melalui platform media sosial X (dulu Twitter), Borrell menyebut pernyataan Ben Gvir sama jahatnya dengan Smotrich (Menteri Keuangan Israel). Aksinya itu juga bisa menjadi hasutan untuk melakukan kejahatan perang di Gaza.

Maka dari itu, Borrell menyerukan Uni Eropa agar menjatuhkan sanksi kepada menteri Israel terkait sebagai pembelajaran. Lebih jauh, siapa sebenarnya Josep Borrell ini?

Profil Josep Borrell

Josep Borrell Fonteles merupakan salah seorang politikus asal Spanyol. Namanya pun cukup tersohor di Eropa, khususnya dalam jabatan politik.

Borrell lahir pada 24 April 1947 di La Pobla de Segur. Saat ini, usianya telah mencapai 77 tahun.

Riwayat pendidikan Borrell juga terbilang mentereng. Dia pernah menempuh pendidikan teknik penerbangan di Technical University of Madrid (UPM) dan lulus pada 1969.

Kemudian, Borrell juga meraih gelar Magister Riset Operasional dari Universitas Stanford di Palo Alto (California) dan gelar Magister Ekonomi Energi dari Institut Perminyakan Prancis di Paris. Tak hanya itu, dia juga mendapat gelar Doktor Ekonomi dari Universitas Complutense Madrid.

Baca Juga: Roket Jarak Jauh Hamas Diluncurkan Hanya Berjarak 1,5 Km dari Posisi Pasukan Israel di Gaza

Sebelum masuk politik, Borrell sempat menjadi pengajar di universitas. Namun, seiring waktu dia mulai menggabungkan profesi akademiknya dengan keterlibatan politik lokal.

Karier politiknya bermula pada 1979, tepatnya ketika Borrell menjadi anggota Parlemen Madrid. Tak butuh waktu lama, namanya mulai dikenal dan diberikan amanah lain.

Mengutip laman resmi Uni Eropa, Borrell pada 1982 diberi peran di Kementerian Ekonomi era pemerintahan Felipe Gonzalez yang pertama. Jabatannya adalah Sekretaris Bidang Anggaran dan Pengeluaran Publik.

Sekitar dua tahun berselang, Borrell beralih tugas menjadi Sekretaris Negara Bidang Keuangan. Jabatannya berubah lagi pada 1991 ketika ditunjuk untuk mengisi posisi Menteri Pekerjaan Umum, Transportasi, Telekomunikasi dan Lingkungan Hidup.

Pada 1986, dia terpilih menjadi anggota Parlemen Spanyol mewakili Barcelona. Jabatan ini terus diduduki hingga tahun 2004.

Setelah itu, Borrell ditunjuk menjadi Presiden Parlemen Eropa (Juli 2004-Januari 2007). Saat lengser, dia pun masih menjadi anggota parlemen dan mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Komite Pembangunan.

Lama berkarier di politik Eropa, Borrell memangku jabatan Presiden Institut Universitas Eropa pada 2010. Dua tahun kemudian, Universitas Lleida mengangkatnya menjadi profesor persaingan dan pembangunan regional.

Pada 5 Juni 2018, Borrell diangkat sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez. Sekitar Desember 2019, ia ditunjuk sebagai Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan yang masih ditempatinya sampai sekarang.

Demikian ulasan mengenai profil Josep Borrell, pejabat tinggi Uni Eropa yang menyerukan sanksi untuk menteri Israel.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved