Negara-negara Arab Kutuk 2.200 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem

Rabu, 14 Agustus 2024 - 09:23 WIB
loading...
Negara-negara Arab Kutuk...
Sekitar 2.200 orang Yahudi fanatik, dilindungi polisi Israel, menyerbu Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur pada 13 Agustus 2024. Foto/Stringer/Anadolu Agency
A A A
RIYADH - Kecaman mengalir dari seluruh dunia Arab menyusul penyerbuan oleh menteri Israel dan pemukim ilegal ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Lebih dari 2.200 pemukim ilegal memaksa masuk ke Masjid Al-Aqsa pada Selasa (13/8/2024) untuk memperingati Tisha B'Av, hari puasa tahunan Yahudi yang menandai terjadinya beberapa bencana dalam sejarah Yahudi.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, dan Menteri Negev, Galilea, dan Ketahanan Nasional, Yitzhak Wasserlauf, termasuk di antara para penyusup.

Yordania mengecam penyerbuan pemukim sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan status historis dan hukum Yerusalem."

Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan kembali bahwa Masjid Al-Aqsa adalah "tempat ibadah Muslim murni."

Mesir menyerukan tindakan internasional yang tegas "untuk mengutuk pelanggaran ini, dan memberikan perlindungan yang diperlukan bagi rakyat Palestina mengingat agresi berkelanjutan pemerintah Israel terhadap Jalur Gaza dan Tepi Barat."

Kementerian Luar Negeri Mesir menyerukan masyarakat internasional campur tangan guna menghentikan pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.

"Tindakan yang tidak bertanggung jawab dan provokatif ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan status quo historis dan hukum di Yerusalem, yang mengharuskan upaya untuk segera menghentikan tindakan ini dan berkomitmen mempertahankan status quo hukum (di Al-Aqsa)," ungkap pernyataan Mesir.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan pemukim sebagai "pelanggaran terang-terangan" dan menekankan pentingnya menghormati kesucian agama.

Qatar menyerukan kepada dunia untuk bertanggung jawab menghentikan "pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan."

Qatar menekankan provokasi ini "mengancam akan memperburuk ketegangan dan menyinggung jutaan Muslim di seluruh dunia."

Demikian pula, Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk keras serangan oleh menteri Israel dan pemukim ilegal sebagai "tindakan provokatif dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional."

"Upaya berulang kali untuk merusak status keagamaan dan sejarah Masjid Al-Aqsa ini tidak hanya merupakan serangan terhadap warga Palestina tetapi juga terhadap jutaan Muslim di seluruh dunia," ungkap pernyataan Qatar.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut serangan pemukim itu sebagai contoh terbaru dari penargetan Israel terhadap Yerusalem dan tempat-tempat suci Islam dan Kristennya.

Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, menyebut serangan pemukim ke Masjid Al-Aqsa sebagai "provokasi sentimen Muslim".

“Pembantaian Israel di Gaza, pembunuhan di Tepi Barat, pelanggaran sistematis di Yerusalem dan Al-Aqsa, dan upaya untuk meyahudikannya telah menambah masalah di wilayah tersebut dan menimbulkan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional,” tegas Hamas.

Masjid Al-Aqsa dianggap sebagai tempat tersuci ketiga dalam Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Temple Mount, yang diyakini sebagai lokasi dua kuil Yahudi kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967.

Pada tahun 1980, Israel mencaplok seluruh kota, tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Tentara Israel telah membunuh hampir 40.000 orang Palestina dalam serangan mematikan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

Baca juga: Iran Beri Tahu AS dan UE: Pembalasan terhadap Agresi adalah Hak yang Sah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved