AS Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp315 Triliun ke Israel
Rabu, 14 Agustus 2024 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada Juni bahwa ekspor persenjataannya untuk tahun 2023 mencapai rekor penjualan.
Laporan Kementerian Pertahanan Israel mengatakan total ekspor persenjataan Israel mencapai USD13,1 miliar pada tahun 2022, meningkat USD500 juta dari tahun sebelumnya dan dua kali lipat jumlah ekspor dari lima tahun lalu.
Lebih dari sepertiga penjualan tersebut terdiri dari rudal, roket, dan sistem pertahanan udara, dengan salah satu kontrak terbesar tahun 2023 adalah dengan Jerman, yang menandatangani kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan udara jarak jauh Arrow 3 seharga sekitar USD4 miliar.
"Sementara industri kami terutama difokuskan pada penyediaan kemampuan bagi lembaga pertahanan untuk mendukung pasukan kami dan membela warga negara kami, mereka juga terus mengejar bidang kerja sama dan ekspor ke mitra internasional," ujar Menteri Pertahanan Israel Gallant.
Kira-kira separuhnya, 48%, dari keseluruhan penjualan ditujukan ke kawasan Asia dan Pasifik, sementara Eropa menyumbang 35% penjualan, dan Amerika Utara menyumbang 9%.
Baca juga: Iran Beri Tahu AS dan UE: Pembalasan terhadap Agresi adalah Hak yang Sah
Laporan Kementerian Pertahanan Israel mengatakan total ekspor persenjataan Israel mencapai USD13,1 miliar pada tahun 2022, meningkat USD500 juta dari tahun sebelumnya dan dua kali lipat jumlah ekspor dari lima tahun lalu.
Lebih dari sepertiga penjualan tersebut terdiri dari rudal, roket, dan sistem pertahanan udara, dengan salah satu kontrak terbesar tahun 2023 adalah dengan Jerman, yang menandatangani kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan udara jarak jauh Arrow 3 seharga sekitar USD4 miliar.
"Sementara industri kami terutama difokuskan pada penyediaan kemampuan bagi lembaga pertahanan untuk mendukung pasukan kami dan membela warga negara kami, mereka juga terus mengejar bidang kerja sama dan ekspor ke mitra internasional," ujar Menteri Pertahanan Israel Gallant.
Kira-kira separuhnya, 48%, dari keseluruhan penjualan ditujukan ke kawasan Asia dan Pasifik, sementara Eropa menyumbang 35% penjualan, dan Amerika Utara menyumbang 9%.
Baca juga: Iran Beri Tahu AS dan UE: Pembalasan terhadap Agresi adalah Hak yang Sah
(sya)
Lihat Juga :