AS Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp315 Triliun ke Israel
Rabu, 14 Agustus 2024 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Penjualan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Biden karena terus mengizinkan transfer senjata ke Israel meskipun jumlah korban tewas di Gaza mendekati lebih dari 40.000 warga Palestina. Sebagian besar dari mereka yang dibantai Israel adalah wanita dan anak-anak.
Sejak perang Israel di Gaza dimulai Oktober lalu, pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil Gaza, termasuk sekolah, rumah sakit, masjid, dan tempat perlindungan PBB.
Selama sepuluh bulan terakhir, pemerintahan Biden telah mentransfer senjata dan amunisi senilai ratusan juta dolar ke Israel.
Penjualan senjata ke Israel dilakukan meskipun Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) meminta surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dasar kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Gallant dan Netanyahu menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan karena membuat warga sipil kelaparan sebagai metode peperangan; dengan sengaja menyebabkan penderitaan besar; pembunuhan yang disengaja; serangan yang disengaja terhadap penduduk sipil dan pemusnahan, di samping beberapa tuduhan lainnya.
Bahkan saat AS terus memompa senjata senilai miliaran dolar ke Israel, negara penjajah itu semakin membanggakan rekor penjualan dari industri persenjataannya di tingkat internasional.
Sejak perang Israel di Gaza dimulai Oktober lalu, pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil Gaza, termasuk sekolah, rumah sakit, masjid, dan tempat perlindungan PBB.
Selama sepuluh bulan terakhir, pemerintahan Biden telah mentransfer senjata dan amunisi senilai ratusan juta dolar ke Israel.
Penjualan Senjata saat Surat Perintah ICC Muncul
Penjualan senjata ke Israel dilakukan meskipun Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) meminta surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dasar kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Gallant dan Netanyahu menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan karena membuat warga sipil kelaparan sebagai metode peperangan; dengan sengaja menyebabkan penderitaan besar; pembunuhan yang disengaja; serangan yang disengaja terhadap penduduk sipil dan pemusnahan, di samping beberapa tuduhan lainnya.
Bahkan saat AS terus memompa senjata senilai miliaran dolar ke Israel, negara penjajah itu semakin membanggakan rekor penjualan dari industri persenjataannya di tingkat internasional.
Lihat Juga :