Puluhan Kota di China Mulai Tenggelam, Ancam Kehidupan Jutaan Orang

Selasa, 13 Agustus 2024 - 08:50 WIB
loading...
A A A
Komunitas ilmiah membunyikan bel peringatan, memperingatkan tentang dampak yang akan datang. Ilmuwan dari University of East Anglia dan Virginia Tech telah melakukan penelitian yang menggarisbawahi bahaya yang dihadapi oleh hampir separuh dari 82 kota besar di China karena penurunan tanah yang cepat.

Penelitian mereka, yang dipublikasikan diScience, mengindikasikan bahwa fenomena yang mengkhawatirkan ini berpotensi memengaruhi populasi yang berkisar antara 55 hingga 128 juta jiwa pada tahun 2120, kecuali tindakan pencegahan segera dilaksanakan.

Meski menimbulkan risiko besar, masalah penurunan tanah di wilayah perkotaan China sebagian besarnya diabaikan dan diremehkan. Para peneliti menekankan bahwa penurunan tanah merupakan kejadian yang meluas dengan potensi konsekuensi yang parah.

Fenomena ini dapat membahayakan 19 persen populasi dunia. Pemicu utama penurunan tanah mencakup unsur-unsur alam dan aktivitas manusia, dengan pemanfaatan air tanah untuk kebutuhan manusia menjadi kontributor yang signifikan.

Untuk mengukur besarnya masalah tersebut, kelompok ilmuwan meneliti data satelit yang berkaitan dengan penurunan tanah di seluruh China, dengan menyoroti 82 kota yang dihuni oleh hampir 700 juta orang.

Pemeriksaan mereka mengungkapkan bahwa 45 persen wilayah metropolitan ini mengalami penurunan, yang memengaruhi kehidupan 270 juta penduduk.

Baca Juga: Ingin Pelajari Bagian Bawah Bumi, China Mulai Mengebor Lubang Terdalam di Dunia

Lebih jauh lagi, di sekitar 16 persen wilayah ini, tanah menurun dengan kecepatan 0,4 inci per tahun atau bahkan lebih cepat, yang berdampak pada sekitar 70 juta warga, dengan Beijing dan Tianjin menghadapi keadaan paling parah.

Skenario Berbahaya


Kota-kota besar pesisir China, seperti Tianjin, sangat rentan terhadap bahaya penurunan tanah, situasi yang diperburuk oleh meningkatnya permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved