Puluhan Kota di China Mulai Tenggelam, Ancam Kehidupan Jutaan Orang

Selasa, 13 Agustus 2024 - 08:50 WIB
loading...
A A A
Penggabungan unsur-unsur ini telah menunjukkan dampak besar, seperti yang dibuktikan di New Orleans selama terjangan Badai Katrina pada tahun 2005. Peristiwa itu mengakibatkan banjir besar dan menjadi salah satu bencana alam paling monumental dalam sejarah Amerika Serikat.

Di Beijing, getaran yang dipicu pergerakan kendaraan dan penggalian terowongan mempercepat proses penurunan tanah. Wilayah yang dekat dengan rute kereta bawah tanah dan jalan utama mengalami tingkat penurunan sekitar 1,8 inci per tahun.

Shanghai, kota terpadat di China, juga mengalami penurunan permukaan tanah yang signifikan—sekitar 10 kaki dalam seratus tahun terakhir—dan tren ini tampaknya tidak melambat.

Para ahli memperingatkan bahwa jika laju penurunan tanah dan peningkatan permukaan laut saat ini terus berlanjut, bagian wilayah perkotaan China yang berada di bawah permukaan laut berpotensi meningkat tiga kali lipat pada tahun 2120.

Skenario ini dapat membahayakan populasi yang berkisar antara 55 hingga 128 juta orang. Tanpa intervensi langsung dari badan-badan pemerintahan, konsekuensinya bisa sangat buruk.

“Penurunan tanah menimbulkan risiko bagi bangunan dan infrastruktur vital, dan memperparah dampak perubahan iklim, seperti banjir. Hal ini khususnya berlaku di wilayah pesisir yang rentan terhadap kenaikan permukaan air laut,” ungkap Profesor Robert Nicholls dari Universitas East Anglia.

Namun, ada sisi baiknya, seperti yang ditunjukkan oleh kasus Osaka dan Tokyo. Perubahan dalam kebijakan yang mengatur penggunaan air tanah pada tahun 1970-an mengakibatkan penurunan substansial atau bahkan penghentian penurunan tanah.

Para peneliti berpendapat bahwa tugas mengatasi penurunan tanah melampaui batas wilayah perkotaan China dan merupakan masalah penting secara global. Hal ini memerlukan upaya terpadu dari kalangan ilmiah dan perencana kota untuk menemukan dan menerapkan solusi efektif.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved