Jelang Serangan ke Israel, Iran Juga Hadapi Pertikaian Internal

Senin, 12 Agustus 2024 - 17:33 WIB
loading...
Jelang Serangan ke Israel,...
Iran menghadapi perpecahan internal di tengah persiapan serangan ke Israel. Foto/AP
A A A
TEHERAN - Hingga Senin (12/8/2024), berlangsung di Timur Tengah, tidak ada aksi militer besar di kawasan itu. meskipun sebelumnya ada peringatan media bahwa Iran tengah mempersiapkan serangan balasan.

Faktanya, media yang dikendalikan pemerintah Iran, kecuali menggemakan peringatan Israel yang dilaporkan, hampir bungkam tentang masalah pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh hampir dua minggu lalu di Teheran, dan berulang kali mengancam akan membalas pembunuhannya dengan rentetan rudal yang menghukum Israel.

Sebaliknya, fokus di Iran adalah pada dampak dari pengunduran diri mantan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif sebagai "wakil strategis" Presiden Masoud Pezeshkian yang baru terpilih. Melansir International Iran, suasana politik di Teheran tegang, dengan kabinet yang diusulkan didominasi oleh orang dalam rezim lama dan pejabat yang terkait dengan sektor intelijen dan militer.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel tetap waspada, waspada terhadap potensi serangan Iran yang dikoordinasikan dengan proksi regional seperti Hizbullah dan Houthi.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bahkan memerintahkan secara terbuka pengerahan kapal selam rudal berpemandu ke Timur Tengah, kata Pentagon pada hari Minggu. Kehadiran dan pergerakan kapal selam biasanya dirahasiakan kecuali jika suatu negara ingin menggunakan berita tersebut sebagai faktor pencegah terhadap musuh.

Sementara USS Georgia, kapal selam bertenaga nuklir, sudah berada di Laut Mediterania pada bulan Juli, menurut sebuah unggahan militer AS di media sosial, merupakan langkah yang langka untuk mengumumkan pengerahan kapal selam secara terbuka.

Penilaian intelijen Israel yang diperbarui adalah bahwa Iran telah memutuskan untuk membalas pembunuhan Haniyeh dengan meluncurkan serangan langsung ke Israel, yang dapat terjadi dalam beberapa hari, sebuah laporan hari Minggu oleh Axios mengatakan mengutip sumber informasi.

"Ini adalah perubahan dari penilaian beberapa hari terakhir, yang menunjukkan bahwa tekanan internasional terhadap Iran menahannya untuk melakukan serangan langsung terhadap Israel," kata laporan itu.

Dalam sebuah pernyataan setelah Austin berbicara dengan mitranya dari Israel, Pentagon mengatakan Austin telah memerintahkan kelompok penyerang Abraham Lincoln untuk mempercepat pengerahan pasukannya ke wilayah tersebut.

"Menteri Austin menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk mengambil setiap langkah yang mungkin untuk membela Israel dan mencatat penguatan postur dan kemampuan kekuatan militer AS di seluruh Timur Tengah mengingat meningkatnya ketegangan regional," pernyataan itu menambahkan.

Militer AS telah mengatakan akan mengerahkan jet tempur tambahan dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah karena Washington berupaya untuk memperkuat pertahanan Israel.

Baca Juga: Israel Kobarkan Perang Sonik di Lebanon, Berikut 5 Dampaknya

Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas yang didukung Iran, dibunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada tanggal 31 Juli. Serangan tersebut memicu ancaman balas dendam oleh Iran terhadap Israel, yang memerangi kelompok Islamis Palestina di Gaza. Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan tersebut. Israel belum mengklaim bertanggung jawab.

Pembunuhan dan terbunuhnya komandan militer senior kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, Fuad Shukr, oleh Israel dalam sebuah serangan di Beirut, telah memicu kekhawatiran bahwa konflik di Gaza berubah menjadi perang Timur Tengah yang lebih luas.

Iran mengatakan AS bertanggung jawab atas pembunuhan Haniyeh karena dukungannya terhadap Israel.

Beberapa personel AS dan koalisi terluka dalam serangan pesawat tak berawak pada hari Jumat di Suriah, dalam serangan besar kedua dalam beberapa hari terakhir terhadap pasukan AS di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Gempa M7,8 Guncang Filipina,...
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved