Polisi AS Tembak Pria Kulit Hitam 7 Kali, Kerusuhan Pecah di Kenosha
Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Kemarahan publik itu dipicu oleh penembakan yang melibatkan polisi pada Minggu malam. Video mengerikan yang dengan viral di media sosial menunjukkan seorang pria kulit hitam berjalan menuju SUV diikuti oleh dua petugas polisi, di mana salah satu dari petugas menembaki pria itu saat membuka pintu mobil. Menurut laporan media setempat, setidaknya tujuh tembakan dilepaskan.
Polisi mengatakan mereka menanggapi "insiden domestik", tanpa memberikan rincian tambahan.
Korban, Jacob Blake, 29, diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee. Seorang pria yang mengaku sebagai temannya menulis di media sosial bahwa Blake "keluar dari operasi dan kini berada di ICU." (Baca juga: Keluarga George Floyd Gugat Minneapolis dan Polisi )
Gubernur Wisconsin Tony Evers membandingkan penembakan Blake dengan kematian George Floyd dan orang kulit hitam Amerika lainnya yang tewas dalam pertengkaran dengan polisi.
“Meskipun kami belum memiliki semua detailnya, yang kami tahu pasti adalah bahwa dia bukanlah orang atau orang kulit hitam pertama yang ditembak atau terluka atau dibunuh tanpa ampun di tangan individu dalam penegakan hukum,” kata Evers, seperti dikutip Russia Today, Selasa (25/8/2020).
Polisi mengatakan mereka menanggapi "insiden domestik", tanpa memberikan rincian tambahan.
Korban, Jacob Blake, 29, diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee. Seorang pria yang mengaku sebagai temannya menulis di media sosial bahwa Blake "keluar dari operasi dan kini berada di ICU." (Baca juga: Keluarga George Floyd Gugat Minneapolis dan Polisi )
Gubernur Wisconsin Tony Evers membandingkan penembakan Blake dengan kematian George Floyd dan orang kulit hitam Amerika lainnya yang tewas dalam pertengkaran dengan polisi.
“Meskipun kami belum memiliki semua detailnya, yang kami tahu pasti adalah bahwa dia bukanlah orang atau orang kulit hitam pertama yang ditembak atau terluka atau dibunuh tanpa ampun di tangan individu dalam penegakan hukum,” kata Evers, seperti dikutip Russia Today, Selasa (25/8/2020).
(min)
Lihat Juga :