Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama
Minggu, 30 Agustus 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
8. Rusia
![Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama]()
Jumlah jurnalis yang dipenjara : 7 orang
Reporters Without Borders, menempatkan Rusia pada peringkat ke 149 dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2019. Pada 2019 ratusan pemrotes melakukan unjuk-rasa di depan sebuah penjara di mana polisi menahan Ivan Golunov, reporter untuk Meduza, sebuah penerbitan independen.
Dia dituduh mengoperasikan laboratorium narkotika di rumahnya. Golunov yang melaporkan kasus-kasus korupsi pemerintah Rusia, menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa tuduhan itu direkayasa. (Baca juga: Jurnalis Ditahan Karena Narkoba, Pengacara Yakin Itu Jebakan)
9. Kamerun
![Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama]()
Jumlah jurnalis yang dipenjara : 7 orang
Kebebasan pers terus merosot di Kamerun terlebih setelah terpilihnya kembali Presiden Paul Biya untuk masa jabatan ketujuh pada Oktober 2018. Berkuasanya kembali Biya ditandai dengan banyak pelanggaran terhadap jurnalis dan media.
Para reporter menjadi sasaran ancaman, serangan, intimidasi dan penangkapan baik selama pemilu maupun ketika hasilnya diperdebatkan. UU Terorisme 2014 digunakan untuk menahan koresponden Radio France Internationale selama dua setengah tahun.
10. Azerbaijan
![Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama]()
Jumlah jurnalis yang ditahan : 6 orang
Tidak hanya menghancurkan semua bentuk pluralisme, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah melancarkan perang terhadap para pengkritiknya sejak 2014. Jurnalis dan blogger independen dipenjara dengan alasan yang tidak masuk akal jika mereka berseberangan dengan pemerintah.
Dalam upaya membungkam jurnalis yang terus melawan di pengasingan, pihak berwenang mengganggu anggota keluarga mereka yang masih di Azerbaijan.
Sumber: forbes.com, www.wordlatlas.com

Jumlah jurnalis yang dipenjara : 7 orang
Reporters Without Borders, menempatkan Rusia pada peringkat ke 149 dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2019. Pada 2019 ratusan pemrotes melakukan unjuk-rasa di depan sebuah penjara di mana polisi menahan Ivan Golunov, reporter untuk Meduza, sebuah penerbitan independen.
Dia dituduh mengoperasikan laboratorium narkotika di rumahnya. Golunov yang melaporkan kasus-kasus korupsi pemerintah Rusia, menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa tuduhan itu direkayasa. (Baca juga: Jurnalis Ditahan Karena Narkoba, Pengacara Yakin Itu Jebakan)
9. Kamerun

Jumlah jurnalis yang dipenjara : 7 orang
Kebebasan pers terus merosot di Kamerun terlebih setelah terpilihnya kembali Presiden Paul Biya untuk masa jabatan ketujuh pada Oktober 2018. Berkuasanya kembali Biya ditandai dengan banyak pelanggaran terhadap jurnalis dan media.
Para reporter menjadi sasaran ancaman, serangan, intimidasi dan penangkapan baik selama pemilu maupun ketika hasilnya diperdebatkan. UU Terorisme 2014 digunakan untuk menahan koresponden Radio France Internationale selama dua setengah tahun.
10. Azerbaijan

Jumlah jurnalis yang ditahan : 6 orang
Tidak hanya menghancurkan semua bentuk pluralisme, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah melancarkan perang terhadap para pengkritiknya sejak 2014. Jurnalis dan blogger independen dipenjara dengan alasan yang tidak masuk akal jika mereka berseberangan dengan pemerintah.
Dalam upaya membungkam jurnalis yang terus melawan di pengasingan, pihak berwenang mengganggu anggota keluarga mereka yang masih di Azerbaijan.
Sumber: forbes.com, www.wordlatlas.com
(poe)
Lihat Juga :