Ismail Haniyeh Dibunuh, Hamas Tak Sudi Akui Negara Israel
Minggu, 04 Agustus 2024 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
“Kami tidak akan berkompromi dengan prinsip-prinsip kami, kami juga tidak akan mengakui Israel. Rakyat kami akan tetap berkomitmen pada persatuan nasional kami dan akan mengikuti jalan jihad, perlawanan, dan pemulihan hak-hak kami,” imbuh Meshaal.
Dia kemudian bertanya: “Musuh-musuh kami (merujuk pada Israel) belum belajar dari kesalahan mereka. Mereka telah membunuh para pemimpin kami selama 100 tahun, dan apa yang telah terjadi?” sebelum menjawab: “Setiap kali seorang pemimpin terbunuh, pemimpin lain telah datang dan hanya membuat rakyat kami lebih kuat.”
“Musuh tidak tahu bahwa kami hidup sebagai mujahidin, bahwa kami bertemu Tuhan kami sebagai martir dan kami pandai membuat hidup dan mati atas perintah Tuhan,” imbuh Meshaal.
Meshaal melanjutkan: “Kehilangan saudara kami (Haniyeh) sangat besar, tetapi musuh kami tidak tahu bahwa darah para martir memperpendek jalan menuju kebebasan dan kemenangan.”
“Kami akan tetap berkomitmen pada jalan kami karena tekanan tidak mempan bagi kami dan ancaman serta intimidasi tidak mematahkan semangat kami, juga tidak membuat kami meninggalkan prinsip kami sedikit pun. Palestina akan tetap ada, dari sungai hingga lautnya dan dari utara hingga selatannya. Yerusalem adalah kiblat dan tujuan kami, dan tidak ada tempat bagi Zionis di tanah Palestina,” papar Meshaal.
“Kami katakan kepada para pemimpin bangsa bahwa sudah saatnya bagi bangsa untuk kembali ke akal sehatnya,” sambung Meshaal.
Dia kemudian bertanya: “Musuh-musuh kami (merujuk pada Israel) belum belajar dari kesalahan mereka. Mereka telah membunuh para pemimpin kami selama 100 tahun, dan apa yang telah terjadi?” sebelum menjawab: “Setiap kali seorang pemimpin terbunuh, pemimpin lain telah datang dan hanya membuat rakyat kami lebih kuat.”
“Musuh tidak tahu bahwa kami hidup sebagai mujahidin, bahwa kami bertemu Tuhan kami sebagai martir dan kami pandai membuat hidup dan mati atas perintah Tuhan,” imbuh Meshaal.
Meshaal melanjutkan: “Kehilangan saudara kami (Haniyeh) sangat besar, tetapi musuh kami tidak tahu bahwa darah para martir memperpendek jalan menuju kebebasan dan kemenangan.”
“Kami akan tetap berkomitmen pada jalan kami karena tekanan tidak mempan bagi kami dan ancaman serta intimidasi tidak mematahkan semangat kami, juga tidak membuat kami meninggalkan prinsip kami sedikit pun. Palestina akan tetap ada, dari sungai hingga lautnya dan dari utara hingga selatannya. Yerusalem adalah kiblat dan tujuan kami, dan tidak ada tempat bagi Zionis di tanah Palestina,” papar Meshaal.
“Kami katakan kepada para pemimpin bangsa bahwa sudah saatnya bagi bangsa untuk kembali ke akal sehatnya,” sambung Meshaal.
Lihat Juga :